Seri Faidah Kitab Tauhid [8]
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini kita bisa berjumpa kembali dalam seri faidah Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini kita bisa berjumpa kembali dalam seri faidah Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Setelah membawakan ayat ke-56 dalam surat adz-Dzariyat yang berisi keterangan mengenai tujuan penciptaan jin dan manusia, maka Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah melanjutkan penyebutan dalil berikutnya yang berisi hikmah diutusnya para rasul.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan lanjutan rekaman kajian Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan mempersekutukan Allah maka dia masuk neraka.” Dan aku -Ibnu Mas’ud- berkata, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam an-Nawawi rahimahullah mencantumkan hadits dalam al-Arba’in an-Nawawiyah -hadits ke-3- dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata : Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara; syahadat laa ilaha illallah wa anna Muhammadar rasulullah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Daftar Isi :
Antara Al-Qur’an dan Tauhid
– Tauhid Intisari Ajaran Al-Qur’an
– Metode Al-Qur’an Dalam Menetapkan Keesaan Pencipta
– Metode Penetapan Tauhid Di Dalam Al-Qur’an
– Surat Al-Fatihah dan Tauhid
– Sembahlah Rabb Kalian!
Ikhlas adalah suatu hal yang tidak boleh disepelekan. Sebab tanpa keikhlasan amal ibadah tidak ada harganya di sisi Allah. Menundukkan hawa nafsu guna meraih keikhlasan adalah sebuah perjuangan besar yang perlu diperhatikan. Para pendahulu yang salih pun menilai bahwa perjuangan mencapai keikhlasan sebagai perjuangan yang amat berat dan sarat akan pengorbanan.
5. Hakikat Tauhid
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Dan Rabbmu telah menetapkan bahwa janganlah kalian menyembah kecuali hanya kepada-Nya, dan kepada kedua orang tua hendaklah berbuat baik…” (Al-Israa’ : 23). Ayat ini menunjukkan tentang wajibnya mengesakan Allah dalam beribadah, dan inilah yang dimaksud dengan tauhid (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitabit Tauhid, hal. 24)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan utusan-Nya, kekasih Ar-Rahman, da’i yang mengajak kepada jalan Allah dan lentera pencerah bagi umat manusia, beliau yang telah mendakwahkan tauhid dengan penuh pengorbanan dan perjuangan.