Penjelasan Empat Kaidah Pokok (8)
Kesimpulan Kaidah Pertama
Di dalam kaidah pertama dari kitab Qawa’id Arba’, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memberikan penegasan kepada kita mengenai :
Kesimpulan Kaidah Pertama
Di dalam kaidah pertama dari kitab Qawa’id Arba’, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memberikan penegasan kepada kita mengenai :
Bagian 4.
Syirik Menghapuskan Ibadah dan Keimanan
Penulis rahimahullah berkata, “…Sebagaimana halnya sholat tidak disebut sholat kecuali apabila disertai dengan thaharah/bersuci. Apabila syirik masuk ke dalam ibadah maka ia menjadi rusak, sebagaimana hadats yang menimpa pada thaharah.”
Oleh : Ustadz M. Romelan, Lc hafizhahullah
Ditranskrip oleh : al-Akh al-Fadhil Muh. Taufiq hafizhahullah
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, tidaklah diragukan tentang pentingnya masalah akidah atau tauhid. Dibutuhkan upaya-upaya yang banyak dalam rangka menanamkan tauhid ini ke dalam hati kaum muslimin. Berikut ini kami hadirkan tautan untuk mengunduh e-book pdf Buku Saku Aqidah Islam ‘Sembahlah Rabb Kalian!’ yang diterbitkan oleh Al-Mubarok, semoga bermanfaat.
Alhamdulillah, buku saku aqidah seri 1 telah dicetak ulang sejumlah 1000 eksemplar dan sebagian telah disebarkan, semoga Allah memberikan balasan sebesar-besarnya kepada segenap donatur, dan kami juga masih menerima donasi untuk penerbitan buku tersebut dikarenakan pada proses penerbitannya masih meminjam sebagian dari dana salah seorang panitia, semoga Allah berkahi harta kita dan umur kita dalam ketaatan kepada-Nya.
Salah satu diantara keadaan umat akhir zaman yang sangat memprihatinkan adalah ketidakmengertian banyak orang yang mengaku muslim tentang makna kalimat tauhid. Banyak diantara mereka yang menyangka bahwa tauhid itu adalah dengan meyakini Allah itu satu dan tidak terbagi. Atau tauhid itu adalah meyakini Allah sebagai satu-satunya pencipta.
10. Keutamaan Tauhid
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan bab setelah mukadimah dengan judul ‘Bab Keutamaan Tauhid dan Pengampunan Dosa’. Para ulama menerangkan, bahwa pengampunan dosa adalah bagian dari keutamaan tauhid. Sehingga di sini disebutkan keutamaan tauhid secara umum, dan lebih khusus lagi yang berkaitan dengan pengampunan dosa. Kemudian, dalam ungkapan ‘pengampunan dosa’ ini terkandung makna dosa-dosa apa saja yang akan terampuni dengan sebab tauhid. Dari keterangan yang akan beliau bawakan akan jelas bagi kita bahwa tauhid bisa menghapuskan segala dosa, selama itu bukan syirik atau kekafiran.
9. Rangkuman Isi Mukadimah
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah pada bagian awal kitab ini telah membawakan ayat, atsar, dan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun ayat pertama yang beliau bawakan dari surat Adz-Dzariyat ayat 56 berisi hikmah penciptaan jin dan manusia, yaitu untuk beribadah. Ibadah tidak bisa terwujud kecuali dengan mengingkari sesembahan selain Allah. Oleh sebab itu beliau membawakan ayat berikutnya dalam surat An-Nahl ayat 36.
5. Hakikat Tauhid
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Dan Rabbmu telah menetapkan bahwa janganlah kalian menyembah kecuali hanya kepada-Nya, dan kepada kedua orang tua hendaklah berbuat baik…” (Al-Israa’ : 23). Ayat ini menunjukkan tentang wajibnya mengesakan Allah dalam beribadah, dan inilah yang dimaksud dengan tauhid (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitabit Tauhid, hal. 24)
Salah satu diantara keistimewaan para pengikut manhaj salaf adalah memiliki semangat yang sangat besar dalam menyebarkan aqidah sahihah, memberikan pengajaran dan nasehat bagi umat manusia, memberikan peringatan kepada mereka dari segala bentuk bid’ah dan ajaran-ajaran baru, serta berupaya keras untuk membantah orang-orang yang menyimpang dan kaum ahli bid’ah (lihat Khasha’ish al-Manhaj as-Salafi oleh Prof. Dr. Abdul ‘Aziz bin Abdullah al-Halil, hal. 13)