Mengenal Shahih Bukhari

Bismillah.

Kitab Shahih Bukhari adalah salah satu kitab hadits utama yang menjadikan rujukan para ulama di sepanjang masa. Kitab ini dinamakan dengan al-Jami’ ash-Shahih oleh penulisnya dan lebih terkenal dengan sebutan Shahih Bukhari. Penulisnya yaitu Imam Muhammad bin Isma’il al-Bukhari rahimahullah, beliau wafat pada tahun 256 H.

Imam Bukhari dijuluki dengan amirul mu’minin fil hadits; pemimpin kaum muslimin dalam ilmu hadits. Hal itu menunjukkan ketinggian ilmu beliau dalam bidang hadits. Guru beliau mencapai sekitar 1.000 orang dan beliau mampu menghafal ratusan ribu hadits dengan sanadnya.

Kitab Shahih Bukhari diawali dengan pembahasan tentang permulaan turunnya wahyu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian pembahasan iman, ilmu, wudhu, mandi, dst hingga akhir kitab yang membahas tentang berpegang-teguh dengan al-Kitab dan as-Sunnah lalu ditutup dengan pembahasan tauhid. Hal ini menunjukkan kepada kita begitu luasnya ilmu Imam Bukhari rahimahullah.

Shahih Bukhari diawali dengan hadits tentang niat yang diriwayatkan dari jalur Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu dan ditutup dengan hadits tentang dua kalimat yang ringan di lisan dan berat di timbangan yang diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Jumlah hadits yang dicantumkan dalam Shahih Bukhari ada 7.124 hadits.

Salah satu keistimewaan Shahih Bukhari adalah Imam Bukhari sering membawakan hadits yang sama pada banyak tempat pembahasan di dalam Shahihnya tetapi dari jalur periwayatan yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa dari sebuah hadits bisa diambil banyak pelajaran dalam ilmu agama. Selain itu juga menunjukkan kualitas sanad yang sangat kuat yang dibawakan oleh Imam Bukhari.

Para ulama hadits sepakat bahwa tidak ada kitab hadits yang melebihi kekuatan Shahih Bukhari dalam hal tingkat kesahihannya. Mereka menyebut Shahih Bukhari sebagai kitab paling sahih setelah Kitabullah. Di dalam Shahih Bukhari Imam Bukhari mencantumkan ayat dan hadits untuk melandasi pembahasan bab-bab dalam ilmu agama yang beliau sampaikan.

Kitab ini memuat pembahasan dalam segala bidang ilmu agama, mulai dari aqidah, fikih ibadah, fikih muamalah, akhlak, penyucian jiwa, adab, sejarah, tafsir, manhaj, dsb. Diantara para ulama yang menyusun penjelasan/syarah terhadap Shahih Bukhari adalah al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah yang wafat pada tahun 852 H dengan kitabnya Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari.

Imam Bukhari juga memiliki murid yang pakar dalam ilmu hadits yaitu Imam Muslim. Imam Muslim juga menyusun kitab hadits yang sangat terkenal yaitu Shahih Muslim. Imam Muslim rahimahullah wafat pada tahun 261 H. Kitab Shahih Muslim ini menempati urutan kedua setelah Shahih Bukhari dalam tingkat kekuatan periwayatannya.

Hal ini memberikan faidah bagi kita betapa pentingnya kerjasama antara murid dan guru di dalam penyebaran ilmu. Selain itu, apa yang dilakukan oleh kedua imam ahli hadits ini menunjukkan betapa pentingnya kesabaran di dalam menuntut ilmu dan mengajarkannya. Tidak sedikit ujian dan cobaan yang harus dihadapi oleh para da’i dan penimba ilmu. Meskipun demikian, tidak ada kata berhenti untuk belajar dan mengajar serta berdakwah ila Allah… Inilah semangat yang mereka ‘warisi’ dari para pendahulu mereka seperti Imam Ibnul Mubarok, Imam Ahmad bin Hanbal dsb rahimahumullah.

Hal ini juga mengingatkan kita tentang keutamaan menimba ilmu agama dan mengajarkannya kepada manusia, bahwa ia termasuk amalan yang akan terus mengalir pahalanya walaupun pelakunya sudah meninggal dunia. Bahkan disebutkan pula di dalam hadits bahwa penimba ilmu yang mengajarkan ilmunya akan dimintakan ampunan oleh seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi sampai pun oleh ikan yang ada di lautan dan semut yang ada di sarangnya.

Semoga Allah berikan taufik kepada kita untuk menjadi penimba ilmu yang ikhlas dan pejuang dakwah yang tulus berjuang dan istiqomah di atas jalan-Nya. Allahumma aamiin

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com

Tinggalkan komentar