Syarh al-Qawa’id al-Arba’ [2]
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa menyajikan sebuah video rekaman kajian bersama Syaikh Dr. Ali bin Abdul Aziz asy-Syibl hafizhahullah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa menyajikan sebuah video rekaman kajian bersama Syaikh Dr. Ali bin Abdul Aziz asy-Syibl hafizhahullah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa menyajikan sebuah video rekaman kajian bersama Syaikh Dr. Ali bin Abdul Aziz asy-Syibl hafizhahullah.
Menghamba kepada Allah adalah hikmah penciptaan kita. Mengikuti kehendak dan ajaran-ajaran Allah serta tunduk kepada perintah dan larangan-Nya. Merendahkan diri dan mengagungkan Allah dengan penuh kecintaan, takut, dan harapan. Menggantungkan hati kepada Allah, bukan kepada selain-Nya. Sebab Allah semata yang menguasai seluruh alam semesta.
Syaikh Abdul Karim al-Khudhair hafizhahullah pernah ditanya :
لو سمحتم أن توضحوا مسألة: ارتكاب المعاصي وترك الواجبات لا يسلم من شوب شرك؟
Kalau sekiranya anda berkenan mohon jelaskan perkara : bergelimang maksiat dan meninggalkan kewajiban itu tidak terlepas dari bercak/noda kesyirikan?
Syirik adalah memalingkan salah satu bentuk ibadah kepada selain Allah. Misalnya adalah dengan menyembelih untuk selain Allah, bernadzar untuk selain Allah, berdoa kepada selain Allah, beristighotsah (meminta keselamatan) kepada selain Allah.
Ngalap berkah -dalam bahasa arab disebut tabarruk- kepada batu, pohon, kuburan, atau tempat dan benda yang dianggap keramat adalah perbuatan yang merusak tauhid.
Sesungguhnya hakikat seorang hamba itu terletak pada hati dan ruhnya. Sementara hati dan ruh itu tidak akan baik kecuali dengan menghamba kepada Tuhannya yaitu Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya. Maka dia tidak akan merasakan ketenangan di dunia ini kecuali dengan berdzikir kepada-Nya. Jiwanya akan terus berusaha menggapai keridhoan-Nya dan ia pasti akan bertemu dengan-Nya. Perjumpaan dengan-Nya itu pasti. Dan tidak ada kebaikan baginya kecuali dengan bertemu dengan-Nya.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami hadirkan kembali lajutan seri video kajian Syarah Kitab Tauhid bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?”. Maka beliau menjawab, “Engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” Abdullah berkata, “Kukatakan kepadanya; Sesungguhnya itu benar-benar dosa yang sangat besar.” Abdullah berkata, “Aku katakan; Kemudian dosa apa sesudah itu?”. Maka beliau menjawab, “Kamu membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu.” Abdullah berkata, “Aku katakan; Kemudian dosa apa sesudah itu?”. Maka beliau menjawab, “Kamu berzina dengan istri tetanggamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hampir-hampir saja langit pecah karenanya, bumi akan terbelah, dan gunung-gunung pun akan runtuh ketika mereka mendakwakan bahwa ar-Rahman/Allah memiliki anak. Dan tidaklah pantas bagi ar-Rahman untuk memiliki anak. Tidaklah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi melainkan pasti akan datang kepada ar-Rahman sebagai hamba.” (Maryam : 90-93)