Kaitan Ibadah, Tauhid, dan Syirik

Dalam risalah al-Qawa’id al-Arba’, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menyatakan, “…Apabila anda telah mengetahui bahwasanya Allah menciptakan anda untuk beribadah kepada-Nya, ketahuilah bahwa sesungguhnya ibadah tidaklah dinamakan sebagai ibadah kecuali apabila disertai dengan tauhid. Sebagaimana halnya sholat tidak dinamakan sholat kecuali jika disertai dengan thaharah/bersuci. Apabila syirik mencampuri ibadah rusaklah ibadah itu, seperti halnya hadats yang menimpa pada thaharah.”

(lebih…)

Bahaya Dosa Syirik

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Di era sekarang ini kita dapati manusia begitu waspada dari berbagai bentuk kejahatan semacam terorisme, narkoba, kekerasan seksual, fitnah dan kebohongan, dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini menunjukkan bahwa pada diri mereka masih terdapat kecemburuan terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Sebuah kenyataan yang patut disyukuri.
(lebih…)

Mengenal Keburukan untuk Menjauhinya

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Wajib untuk mempelajari tauhid dan mengenalinya sehingga seorang insan bisa berada di atas ilmu yang nyata. Apabila dia mengenali tauhid maka dia juga harus mengenali syirik apakah syirik itu; yaitu dalam rangka menjauhinya. Sebab bagaimana mungkin dia menjauhinya apabila dia tidak mengetahuinya. Karena sesungguhnya jika orang itu tidak mengenalinya -syirik- sangat dikhawatirkan dia akan terjerumus di dalamnya dalam keadaan dia tidak menyadari…” (lihat at-Tauhid, ya ‘Ibaadallah, hal. 27) (lebih…)