Bismillah.
Imam an-Nawawi rahimahullah di dalam kitabnya al-Arba’in membawakan hadits innamal a’maalu bin niyyaat pada urutan pertama dari 42 hadits yang beliau bawakan. Hal ini mengisyaratkan betapa pentingnya kandungan hadits niat itu.
Para ulama semacam Imam asy-Syafi’i, Ahmad bin Hambal, Ibnu Mahdi, Ibnul Madini, Abu Dawud dan ad-Daruquthni menyatakan bahwa hadits niat ini mengandung sepertiga ilmu agama. Imam al-Baihaqi menjelaskan bahwa hadits niat ini mencakup sepertiga ilmu disebabkan amal perbuatan hamba itu berporos pada tiga bentuk; amalan hati, amal lisan dan amal anggota badan, sedangkan niat menempati posisi amalan hati. Niat merupakan bentuk amalan yang paling kuat dan bisa berdiri sendiri, sementara amalan yang lain harus bersandar padanya (lihat keterangan as-Suyuthi rahimahullah dalam al-Asybah wa an-Nazha’ir, Jilid 1 hal. 10 [link])
Saking agungnya hadits niat ini sampai-sampai Imam Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah mengatakan :
مَن أراد أن يصنِّف كتاباً فليبدأ بهذا الحديث
“Barangsiapa yang hendak menulis sebuah kitab hendaklah dia mengawalinya dengan hadits ini.” (lihat Fathul Qawil Matin karya Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah hal. 9 [link])
Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah juga menjelaskan :
ينبغي لكل من صنف كتاباً أن يبتدئ فيه بهذا الحديث تنبيهاً للطالب على تصحيح النية
“Semestinya bagi setiap orang yang menulis sebuah kitab untuk memulai di dalamnya dengan hadits ini sebagai bentuk peringatan bagi penimba ilmu agar selalu meluruskan niatnya.” (lihat nukilan ini dalam Syarh al-Arba’in oleh Ibnu Daqieq al-‘Ied rahimahullah, hal. 25 [link])
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata :
أجمع المسلمون على عظم موقع هذا الحديث ، وكثرة فوائده وصحته
“Kaum muslimin telah bersepakat akan betapa agungnya kedudukan hadits ini dan betapa banyak kandungan faidah/pelajaran dan mereka pun sepakat mengenai kesahihannya.” (lihat Syarh an-Nawawi ‘ala Shahih Muslim, Juz 13 hal. 48 [link])
Semoga Allah berikan taufik kepada kita untuk meluruskan niat dan menjaga keikhlasan dalam beramal; di mana pun dan kapan pun. Aamiin.
Masjid Jami’ al-Mubarok YAPADI, Muharram 1448 H
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
0 Komentar