Mendeteksi Nasib Amalan
Setiap muslim mengharap agar amalnya diterima di sisi Allah. Namun, perlu diingat bahwa sekedar harapan tidaklah cukup. Harapan harus dibarengi dengan usaha dan upaya.
Setiap muslim mengharap agar amalnya diterima di sisi Allah. Namun, perlu diingat bahwa sekedar harapan tidaklah cukup. Harapan harus dibarengi dengan usaha dan upaya.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, setiap kita tentu ingin merasakan ketentraman dan ketenangan. Tidak ada orang berakal sehat yang menyukai kekacauan, keributan, dan kerusuhan bertebaran. Hal ini sudah menjadi fitrah pada diri seorang insan. Oleh sebab itu agama datang untuk membimbing manusia dalam rangka mencapai apa yang mereka dambakan itu.
Bismillah. Alhamdulillah atas nikmat Islam yang hingga hari ini masih kita rasakan. Alhamdulillah atas nikmat petunjuk yang sampai saat ini masih Allah berikan.
Ikhlas adalah suatu hal yang tidak boleh disepelekan. Sebab tanpa keikhlasan amal ibadah tidak ada harganya di sisi Allah. Menundukkan hawa nafsu guna meraih keikhlasan adalah sebuah perjuangan besar yang perlu diperhatikan. Para pendahulu yang salih pun menilai bahwa perjuangan mencapai keikhlasan sebagai perjuangan yang amat berat dan sarat akan pengorbanan.
Salah satu diantara keadaan umat akhir zaman yang sangat memprihatinkan adalah ketidakmengertian banyak orang yang mengaku muslim tentang makna kalimat tauhid. Banyak diantara mereka yang menyangka bahwa tauhid itu adalah dengan meyakini Allah itu satu dan tidak terbagi. Atau tauhid itu adalah meyakini Allah sebagai satu-satunya pencipta.
Bahagia. Setiap insan tentu mendambakannya. Tidak ada orang yang ingin hidup sengsara dan larut dalam kesedihan serta kegalauan yang tak berkesudahan. Namun, bahagia itu sendiri telah menjadi perkara yang samar bagi banyak manusia.
Beberapa waktu yang lalu, seperti biasa ketika menjelang waktu zuhur orang-orang bersiap-siap untuk melakukan ibadah sholat Jum’at. Ada yang masih di rumah, ada yang sedang dalam perjalanan ke masjid, dan ada juga yang berada di kampus.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata :
Guru kami yang sangat sabar Abdurrahman bin As-Sa’di –rahimahullah– pernah menuturkan kepada kami kisah tentang Al-Kisa’i -imam penduduk Kufah dalam bidang Nahwu- bahwa dahulu beliau belajar ilmu nahwu tetapi tidak kunjung berhasil. Sampai suatu ketika beliau menjumpai seekor semut yang membawa makanannya sembari menaiki sebuah dinding.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata :
Seorang mukmin berada dalam kenikmatan, baik di dunia, di alam kubur, dan juga di akhiratnya. Meskipun menimpa dirinya berbagai bentuk musibah dunia, seperti kefakiran, penyakit/sakit, dan lain sebagainya.