Nasihat Anak Kecil Kepada Temannya

Beberapa waktu yang lalu, seperti biasa ketika menjelang waktu zuhur orang-orang bersiap-siap untuk melakukan ibadah sholat Jum’at. Ada yang masih di rumah, ada yang sedang dalam perjalanan ke masjid, dan ada juga yang berada di kampus.

Ketika itu, saya sedang berjalan menuju masjid di daerah Ngebel, kampung selatan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Namun ada kejadian unik yang kami temui saat itu. Tiba-tiba ada seorang anak berkata kepada temannya yang hendak pulang ke rumahnya -saat itu waktu sudah mendekati waktu sholat jum’at sekitar 30 menit-, “Di, kowe sholat jum’at to? Nek ora sholat jum’at mlebu neroko lho…” artinya, “Di, kamu sholat jum’at kan? Kalau tidak sholat jum’at masuk neraka lho…”

Sebuah nasihat ringkas yang sangat menyentuh hati. Nasihat dari seorang anak kecil yang mungkin lulus SD saja belum. Nasihat agar temannya menjalankan sholat jum’at; sebuah ibadah yang agung dan wajib bagi setiap muslim lelaki yang telah baligh. Sebuah nasihat yang polos dan mencerminkan bagaimana semestinya seorang muslim bersikap kepada kewajiban yang Allah berikan kepadanya.

Anak kecil itu paham bahwa sholat jum’at wajib hukumnya, dan apabila ditinggalkan maka akan memberikan konsekuensi hukuman dari Allah; yaitu azab di dalam neraka. Tentu saja tidak ada orang yang sehat akalnya ingin masuk ke dalam neraka yang penuh dengan siksaan. Sebuah nasihat yang mencerminkan keimanan dan akidah yang berada di dalam hati seorang muslim kepada Allah dan hari akhir.

Nasihat-nasihat seperti inilah yang selalu kita butuhkan dalam kehidupan ini; apalagi di masa dimana setiap orang telah sibuk dengan urusannya masing-masing, ada yang sibuk mengejar dunia, menumpuk harta, mencari popularitas, dan ada juga yang sibuk dengan kenikmatan-kenikmatan semu dan sementara.

Allah berfirman (yang artinya), “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam menetapi kesabaran.” (Al-‘Ashr : 1 – 3)

Terima kasih wahai anak kecil… jasamu tak kan pernah kulupa…

Tinggalkan komentar