Kembali Belajar Islam (e-book gratis)
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini bisa berjumpa kembali dengan segenap pembaca, berikut ini kami sajikan sebuah e-book gratis dengan judul ‘Kembali Belajar Islam’.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini bisa berjumpa kembali dengan segenap pembaca, berikut ini kami sajikan sebuah e-book gratis dengan judul ‘Kembali Belajar Islam’.
Syaikh Abdurrazaq al-Badr berkata :
وأصل أسباب الخير والسعادة والفلاحِ في الدنيا والآخرة تحقيقُ الإيمان والعمل الصالح
Pokok dari seluruh sebab kebaikan, kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan di akhirat adalah merealisasikan iman dan amal salih.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya dengan hanif, dan supaya mereka mendirikan sholat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.” (al-Bayyinah : 5)
Adalah Thalq bin Habib rahimahullah -salah seorang ulama terdahulu- mengatakan, “Jagalah diri kalian dari fitnah dengan takwa.” Ada yang bertanya kepadanya, “Gambarkan kepada kami takwa itu seperti apa?” maka beliau menjawab, “Yaitu kamu melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya mengharap pahala dari Allah, dan kamu meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya takut akan azab Allah.” Atsar ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Abi Dun-ya, dan lain-lain (lihat Mauqif al-Muslim minal Fitan, oleh Syaikh Dr. Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul hafizhahullah, hal. 92)
Para pengikut manhaj salaf memandang semestinya nasihat untuk pemerintah diberikan secara rahasia. Mereka juga memandang tidak bolehnya membuat perpecahan di tengah kaum muslimin dengan mengobral aib dan keburukan penguasa atau menyebarluaskannya dan menebarkan rasa kebencian antara pemimpin dengan rakyatnya. Oleh sebab itu para pembela manhaj salaf memandang diharamkannya aksi-aksi demonstrasi dan unjuk rasa.
oleh : Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah
Dalam situs resmi beliau, Syaikh mengatakan :
أجمع العارفون بالله على أنَّ التوفيق أن لايكِلك الله إلى نفسك ، وأن الخذلان: أن يوكل العبد إلى نفسه،
Telah sepakat orang-orang yang mengenal Allah bahwasanya taufik itu adalah ketika Allah tidak menyandarkan dirimu kepada dirimu sendiri, dan bahwa hakikat khudzlan (terlantar) ialah ketika seorang hamba bersandar kepada dirinya sendiri.
Bismillah, wa bihi nasta’iinu.
Alhamdulillah, segala puji dan syukur tak akan pernah habis kita haturkan kepada Rabb kita ‘azza wa jalla yang telah mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya. Salawat beriring salam semoga terlimpah kepada penutup para nabi dan rasul, beserta para sahabatnya dan pengikut-pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Bismillah.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi dan rasul yang terakhir, sang pembawa rahmat bagi alam semesta. Amma ba’du.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini bisa hadir kembali untuk menyajikan sebuah e-book dakwah dengan judul :
Bismillah, wa bihi nasta’iinu.
Ucapan alhamdulillah selalu kita dengar dan bahkan kita baca. Setiap kali di dalam sholat minimal 17 kali dalam sehari semalam kita membacanya. Setiap kali seusai sholat kita pun dianjurkan membaca ‘alhamdulillah’ dalam dzikir setelah sholat sebanyak 33 kali. Bahkan setiap bangun tidur pun kita dianjurkan berdoa ‘alhamdulillahilladzi ahyaanaa’ dst.