Meraih Hidayah dan Keamanan

Imam Bukhari menuturkan : Qutaibah bin Sa’id menuturkan kepada kami. Dia berkata : Jarir menuturkan hadits kepada kami dari al-A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqomah dari Abdullah -yaitu Ibnu Mas’ud- bahwa beliau berkata : Ketika turun ayat ini (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman…” (al-An’am : 82) maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengatakan, “Siapakah diantara kita ini yang tidak mencampuri imannya dengan kezaliman?!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menanggapi : Sesungguhnya bukan itu yang dimaksudkan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (HR. Bukhari no. 64444, lihat dalam Minhatul Malik al-Jalil, 12/389)  

(lebih…)

Diantara Jari Jemari Allah

Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Syahr bin Hausyab, dia berkata : Aku berkata kepada Ummu Salamah, “Wahai Ibunda kaum beriman, apakah doa yang paling banyak dibaca oleh  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di sisimu?” maka beliau menjawab, “Doa yang paling sering beliau baca adalah ‘Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘ala diinik’ yang artinya ‘Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu’.” Ummu Salamah mengatakan : Aku pun berkata, “Wahai Rasulullah, betapa seringnya anda berdoa dengan membaca ‘Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘ala diinik’?! Maka beliau pun menjawab, “Wahai Ummu Salamah, tidaklah ada seorang anak Adam melainkan hatinya berada diantara dua jari dari jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki akan Allah luruskan, dan siapa yang Allah kehendaki maka Allah akan simpangkan.” Mu’adz -seorang periwayat- pun membaca ayat (yang artinya), “Wahai Rabb kami, janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami.” Hadits ini disahihkan al-Albani (lihat Sahih Sunan Tirmidzi, 3/447)

(lebih…)

Beramal Sebelum Datangnya Fitnah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersegaralah beramal sebelum datangnya fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Pada pagi hari seorang masih beriman tetapi di sore harinya menjadi kafir. Atau pada sore hari beriman tetapi keesokan harinya menjadi kafir. Dia menjual agamanya demi mencari perhiasan/kesenangan dunia.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

(lebih…)

Taat Kepada Pemerintah Muslim

Syaikh Shalih al-Fauzan menerangkan, bahwa tidaklah dipersyaratkan pemerintah kaum muslimin adalah orang yang salih seratus persen seperti halnya khulafa’ur rasyidin. Bahkan tetap wajib untuk taat kepada pemerintah muslim walaupun padanya terdapat suatu bentuk penyimpangan dan maksiat yang tidak sampai pada derajat kekafiran dan mengeluarkan dari agama. Kerusakan yang ada padanya adalah tanggung jawabnya sendiri sedangkan kepemimpinannya adalah demi kebaikan kaum muslimin.

(lebih…)

Kemana Hatimu Bergantung?

Bismillah.

Hati adalah komandan bagi seluruh ucapan dan amal perbuatan anggota badan. Apabila hati memerintahkan kebaikan maka muncullah ucapan dan perbuatan baik. Sebaliknya jika hati memerintahkan keburukan maka lahirlah keburukan. Di sinilah letak pentingnya memperhatikan kondisi hati setiap kita.

(lebih…)

Obat Lemah Iman

Bismillah.

Imam al-Ajurri rahimahullah meriwayatkan dari Umair bin Habib seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau berkata, “Iman bertambah dan berkurang.” Ada yang bertanya kepadanya, “Seperti apa itu bertambah dan berkurangnya?” beliau pun menjawab, “Apabila kita mengingat Allah ‘azza wa jalla, memuji-Nya, dan takut kepada-Nya, itulah bertambahnya iman. Namun apabila kita lalai atau menyia-nyiakan, itulah berkurangnya iman.” (lihat asy-Syari’ah, 2/583)

(lebih…)

Ambrol dan Jugrug

Bismillah.

Kita mungkin pernah mendengar kata dalam bahasa Jawa yaitu ‘jugrug’ artinya runtuh atau roboh. Begitu pula ‘ambrol’ yang artinya hancur atau pecah berantakan. Dua kata ini melukiskan keadaan sebuah bangunan atau bagian bumi yang rusak dan runtuh atau ambruk.

(lebih…)