Jalan Islam untuk Meraih Kemuliaan
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya, nabi akhir zaman dan pembawa lentera hidayah bagi segenap insan. Amma ba’du.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya, nabi akhir zaman dan pembawa lentera hidayah bagi segenap insan. Amma ba’du.
Bagian 4.
Hakikat dan Buah Keimanan
Hakikat Iman
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Bukanlah iman itu dicapai semata-mata dengan menghiasi penampilan atau berangan-angan, akan tetapi iman adalah apa yang tertanam di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan.” (lihat Aqwal at-Tabi’in fi Masa’il at-Tauhid wa al-Iman, hal. 1124)
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, puasa adalah ibadah yang sangat agung. Di dalamnya terkandung tarbiyah bagi jiwa untuk meninggalkan hal-hal yang disukai oleh hawa nafsu demi meraih kecintaan Allah.
Bagian 3.
Keutamaan Ilmu
Nikmat Menimba Ilmu
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah ar-Rajihi hafizhahullah mengatakan, “Sesungguhnya menimba
ilmu adalah nikmat yang sangat agung. Dan sebuah anugerah dari Rabb kita subhanahu wa ta’ala. Karena menimba ilmu itu adalah salah satu bentuk ketaatan yang paling utama, dan salah satu ibadah yang paling mulia. Sampai-sampai para ulama mengatakan, “Sesungguhnya menimba ilmu adalah lebih utama daripada ibadah-ibadah sunnah.” Artinya adalah bahwa memfokuskan diri dalam rangka menimba ilmu itu lebih utama daripada memfokuskan diri untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti sholat sunnah, puasa sunnah, dan lain sebagainya…” (lihat Minhatul Malik al-Jalil, 1/5)
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Bagian 2.
Hakikat dan Pilar-Pilar Ibadah
Makna Ibadah
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata, “Ibadah adalah kecintaan dan tundukan secara total, disertai kesempurnaan rasa takut dan perendahan diri.” (lihat Tafsir al-Fatihah, hal. 49 tahqiq Dr. Fahd ar-Rumi)
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, sholat adalah rukun Islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat. Sholat memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama ini. Mendirikan sholat adalah salah satu ciri orang yang bertakwa. Sebaliknya, melalaikan sholat adalah ciri orang yang celaka. Malas mendirikan sholat juga merupakan ciri kaum munafikin.
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata :
Salah satu bentuk bid’ah yang dilakukan orang adalah berbagai perayaan untuk memperingati kelahiran Nabi (maulid nabi). Maka itu termasuk bid’ah. Tidak ada dalilnya dari al-Kitab dan as-Sunnah maupun petunjuk para khulafa’ur rasyidin, dan bukan berasal dari petunjuk generasi yang diutamakan (salafus shalih, pent) dimana mereka itu adalah generasi-generasi yang telah dipersaksikan kebaikannya oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata, “Bagi seorang yang jatuh cinta, maka nama kekasih/Dzat yang dicintainya tentu tidak akan lenyap dari dalam hatinya. Seandainya dia dibebani untuk melupakan kekasihnya dari ingatannya niscaya dia tidak mampu melakukannya. Seandainya dibebani untuk menahan lisan dari menyebut-nyebutnya niscaya dia pun tidak sanggup bersabar menahannya.” (lihat Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal. 560)
Bismillah. Kaum muslimin yang dirahmati Allah, Berikut ini kami sajikan link untuk mendengarkan rekaman seri kajian Manhajus Salikin yang diadakan oleh Ma’had Al-Mubarok Jogjakarta. Sampai artikel ini kami posting sudah ada lima bagian kajian yang diupload dan bisa disimak rekamannya. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan kami yang telah mengupload rekaman Read more