Catatan Setelah Ramadhan
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi dan rasul akhir zaman, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi dan rasul akhir zaman, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.
Secara bahasa, ibadah bermakna perendahan diri dan ketundukan. Adapun menurut istilah agama, ibadah adalah perendahan diri dan ketundukan kepada Allah dengan landasan cinta dan pengagungan. Ibadah ini mencakup segala ucapan dan perbuatan yang dicintai dan diridhai Allah; yang tampak/lahir dan yang tersembunyi/batin.
Imam Bukhari rahimahullah membuat bab dalam Sahihnya dengan judul Bab. Keutamaan Orang Yang Mendirikan Qiyam Ramadhan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari no 1913)
Wahai orang yang tidak membuatnya cukup berbuat dosa di bulan Rajab
Sehingga dia pun berbuat maksiat kepada Rabbnya di bulan Sya’ban
Sungguh telah menaungimu bulan puasa setelah kedua bulan itu
Maka janganlah kamu jadikan ia juga menjadi bulan kedurhakaan
Hidup ini adalah ujian dan cobaan. Allah berfirman (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (Al-Mulk : 2)
Segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan kepada kita sedemikian banyak nikmat dan bimbingan. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi akhir zaman, para sahabatnya dan pengikut setia mereka di atas jalan keselamatan.
Memudahkan Urusan Orang Lain
[29] Imam Ibnul A’rabi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memberikan kelonggaran penundaan pembayaran hutang atau menggugurkan hutang tersebut maka Allah akan menaunginya kelak di bawah naungan Arsy-Nya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya.” (lihat Mu’jam 1/68)
Berterima Kasih Kepada Orang Lain
[15] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak dianggap bersyukur kepada Allah orang yang tidak pandai berterima kasih kepada sesama manusia.” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinilai sahih al-Albani dalam ash-Shahihah)
Setiap muslim mengharap agar amalnya diterima di sisi Allah. Namun, perlu diingat bahwa sekedar harapan tidaklah cukup. Harapan harus dibarengi dengan usaha dan upaya.