Kajian Ma’had al-Mubarok

Bismillah.

Alhamdulillah berikut ini rekaman kajian Ma’had al-Mubarok yang diadakan secara rutin setiap Sabtu dan Ahad. Hari Sabtu kajian diadakan di Masjid Muthohharoh Ngebel – selatan UMY, sedangkan Hari Ahad kajian diadakan di Masjid at-Taqwa Kadipiro – barat perempatan Wirobrajan.

(lebih…)

Kajian Aqidah Islam – Ustadz Afifi

Bismillah.

Alhamdulillah berikut ini rekaman kajian aqidah bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah. Kajian pertama membahas Ushul Tsalatsah di Jl. Godean -dan sudah mulai memasuki akhir kitab- sedangkan kajian kedua juga membahas Ushul Tsalatsah di Masjid Muthohharoh Ngebel – selatan Kampus UMY -masih membahas awal kitab-.

(lebih…)

Kunci Kebahagiaan Insan

Allah berfirman (yang artinya), “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran.” (al-’Ashr : 1-3)

(lebih…)

Mewaspadai Benih-Benih Pemberontakan

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan :

Memberontak kepada penguasa bukan terbatas pada pemberontakan dengan senjata saja. Akan tetapi pemberontakan itu bisa dengan senjata dan bisa dengan lisan. Bahkan seorang lelaki yang mengatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berbuat adillah” (HR. Bukhari dan Muslim) ini juga disebut sebagai pemberontak (khawarij). Hal itu disebabkan dia mengingkari hukum/ketetapan rasul dan mengingkari hukum itu dengan terang-terangan. Padahal sebenarnya dia dusta dalam hal itu, karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling adil.

(lebih…)

Lisan Kebenaran

Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu bahwa beliau berkata : Dahulu aku menulis apa saja yang kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena aku ingin menghafalkannya. Orang-orang Quraisy pun melarangku, mereka berkata, “Apakah kamu menulis semua yang kamu dengar sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia dimana beliau berbicara dalam keadaan murka dan ridha?!” Maka aku pun menahan diri dari mencatatnya. Kemudian aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau pun mengisyaratkan dengan jarinya ke mulutnya sembari berkata, “Tulislah! Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak keluar dari sini selain kebenaran.” Hadits ini dinyatakan sahih oleh al-Albani (lihat Sahih Sunan Abi Dawud, 2/408)

(lebih…)