Penjelasan Pembatal Islam – Syaikh Shalih al-Fauzan
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini bisa menyajikan kembali sebuah rekaman kajian aqidah bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah pada kesempatan ini bisa menyajikan kembali sebuah rekaman kajian aqidah bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini kami bisa hadir kembali untuk menyajikan tiga buah rekaman kajian Ma’had al-Mubarok yang diadakan di Masjid at-Taqwa Kadipiro pada hari Ahad, 20 Shafar 1438 H / 20 November 2016.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah berkat taufik dari Allah semata, pada kesempatan yang berbahagia ini kami bisa hadir kembali untuk menyajikan sebuah rekaman nasihat Syaikh Muhammad bin Abdillah al-Imam hafizhahullah.
Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu bahwa beliau berkata : Dahulu aku menulis apa saja yang kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena aku ingin menghafalkannya. Orang-orang Quraisy pun melarangku, mereka berkata, “Apakah kamu menulis semua yang kamu dengar sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia dimana beliau berbicara dalam keadaan murka dan ridha?!” Maka aku pun menahan diri dari mencatatnya. Kemudian aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau pun mengisyaratkan dengan jarinya ke mulutnya sembari berkata, “Tulislah! Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak keluar dari sini selain kebenaran.” Hadits ini dinyatakan sahih oleh al-Albani (lihat Sahih Sunan Abi Dawud, 2/408)
Bismillah.
Ulama adalah lentera dalam kehidupan manusia. Dengan bimbingan ilmu dan keterangan mereka manusia akan mengenali kebenaran dan kebatilan. Ulama adalah pewaris para nabi. Ulama adalah pengibar dakwah Islam di sepanjang masa.
Bismillah.
Islam adalah agama yang sempurna. Tidak hanya mengatur hubungan antara sesama manusia, bahkan ia mengatur tata-cara yang benar dalam beribadah kepada Rabbnya. Karena itulah Allah mengutus para rasul untuk mengajarkan tauhid dan amal salih kepada umatnya.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini bisa menyajikan sebuah video berisi rekaman kajian bersama Syaikh Shalih bin Abdillah al-‘Ushaimi hafizhahullah.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini bisa bersua kembali untuk menyajikan sebuah e-book artikel nasihat dengan judul ‘Langkah Menuju Surga’.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan hari Sabtu ini bisa menyajikan sebuah rekaman kajian bersama Ustadz M. Romelan, Lc. hafizhahullah.
Imam Bukhari menuturkan : Qutaibah bin Sa’id menuturkan kepada kami. Dia berkata : Jarir menuturkan hadits kepada kami dari al-A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqomah dari Abdullah -yaitu Ibnu Mas’ud- bahwa beliau berkata : Ketika turun ayat ini (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman…” (al-An’am : 82) maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengatakan, “Siapakah diantara kita ini yang tidak mencampuri imannya dengan kezaliman?!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menanggapi : Sesungguhnya bukan itu yang dimaksudkan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (HR. Bukhari no. 64444, lihat dalam Minhatul Malik al-Jalil, 12/389)