Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini Allah berikan kemudahan bagi kita untuk melanjutkan seri pembahasan tafsir ayat-ayat tauhid. Mengupas pelajaran dari ayat-ayat yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah dalam Kitab Tauhid.
Kita masih berada pada bab yang membahas hukum beristighotsah dan berdoa kepada selain Allah.
Penulis rahimahullah membawakan firman Allah :
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ – وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa/menyeru dan beribadah kepada selain Allah; sesuatu yang tidak akan bisa memenuhi permintaannya hingga hari kiamat, dan mereka -yang diseru- terhadap doa/permintaan yang ditujukan kepadantya adalah lalai/tidak menyadari, dan apabila manusia dikumpulkan di akhirat nanti maka sesembahan-sesembahan itu menjadi musuh bagi para pemujanya, dan mereka ingkar terhadap ibadah yang ditujukan kepada dirinya.” (al-Ahqaf : 5-6)
Ayat ini sangat jelas menunjukkan larangan beribadah, berdoa dan beristighotsah kepada selain Allah. Berdoa atau beristighotsah kepada selain Allah merupakan bentuk kesesatan yang paling parah. Hal ini bersifat umum apa pun yang disembah selain Allah; apakah itu batu, pohon, patung, orang yang sudah mati, kuburan, dsb. Bahkan nanti pada hari kiamat orang yang disembah justru memusuhi para penyembahnya.
Allah berfirman dalam ayat yang lain :
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
“Apa-apa yang kalian seru selain Allah tidaklah menguasai walaupun setipis kulit ari, jika kalian menyeru mereka maka mereka tidak bisa mendengar doa/permintaan kalian, dan seandainya mereka bisa mendengar mereka tetap tidak bisa memenuhi permintaan kalian, dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari syirik yang kalian kerjakan, dan tidak ada yang bisa memberitakan kepadamu seperti Dzat Yang Mahateliti.” (Fathir : 13-14)
Allah juga berfirman :
قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرّاً وَلا نَفْعاً وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Katakanlah; Apakah kalian beribadah kepada selain Allah; sesuatu yang tidak menguasai untuk kalian bahaya dan tidak pula manfaat, dan Allah Dia lah Yang Mahamendengar lagi Mahamengetahui.” (al-Ma-idah : 76)
Ayat-ayat di atas juga dengan jelas menunjukkan bahwa syirik merupakan bentuk kesesatan yang paling berat. Doa dan istighotsah adalah bagian dari ibadah, oleh sebab itu tidak boleh memalingkannya kepada selain Allah. Menunjukan doa atau istighotsah kepada selain Allah termasuk syirik besar. Orang yang berdoa kepada selain Allah justru akan mendapatkan kesengsaraan di dunia dan di akhirat.
Dari sini kita bisa mengerti bahwa apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dengan berdoa kepada para wali yang sudah mati dengan tujuan agar diselamatkan dari kesusahan, diberikan kelancaran rezeki, meminta jodoh atau keturunan adalah termasuk syirik besar yang membatalkan agama mereka. Termasuk di dalamnya adalah menjadikan para wali yang sudah mati atau para nabi sebagai tujuan doa baik ketika tertimpa musibah maupun dalam keadaan lapang. Sesungguhnya ini merupakan perkara yang merusak iman dan mengotori tauhid kaum muslimin.
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
Silakan baca seri tulisan sebelumnya dari sini [buka]
0 Komentar