Bismillah.
Diantara kaidah yang sangat penting dalam kehidupan ini adalah mengetahui untuk apa kita diciptakan oleh Allah di alam semesta ini.
Jawaban untuk pertanyaan ini adalah jawaban yang paling agung; yaitu bahwasanya Allah menciptakan kita dan mengadakan kita di alam dunia ini dalam rangka beribadah kepada-Nya semata yang tidak boleh ada sekutu bagi-Nya. Sehingga sudah selayaknya kita merasakan kesenangan dan kenikmatan dengan ibadah ini, dengan ibadah kita akan merasakan ketenangan jiwa dan pada akhirnya dengan ibadah itu pula hamba yang beriman akan masuk ke dalam surga yang telah Allah sediakan bagi orang-orang yang memenuhi seruan dan perintah-Nya.
Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56). Hal ini mengandung pembatasan tujuan diciptakannya jin dan manusia adalah dengan satu tujuan utama yaitu untuk beribadah kepada Allah.
Dalam rangka mewujudkan tujuan inilah Allah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab yang berisi syariat dan perintah yang menginstruksikan perkara yang agung ini. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Kami utus sebelum kamu seorang rasul pun melainkan Kami wahyukan kepadanya; bahwa tidak ada ilah/sesembahan -yang benar- selain Aku, maka sembahlah Aku saja.” (al-Anbiya’ : 25)
Allah juga berfirman (yang artinya), “Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (an-Nahl : 36). Thaghut itu mencakup segala bentuk sesembahan selain Allah dan ia meridhai hal itu seperti Namrud dan Fir’aun, atau bisa juga berupa benda mati semacam pohon, batu dan patung. Adapun para nabi, malaikat dan orang salih yang disembah selain Allah dalam keadaan tidak meridhainya maka mereka tidak disebut sebagai thaghut; tetapi yang thaghut itu adalah setan yang mengajak manusia untuk beribadah kepada selain Allah.
Keterangan : Tulisan ini digubah dari Tajrid at-Tauhid min Daranisy Syirki wa Syubahit Tandid, hal. 11 – 12 karya Syaikh Faishal bin Qazar al-Jasim hafizhahullah seorang ulama di Kuwait.
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
0 Komentar