Tauhid Uluhiyah

Tauhid uluhiyah -disebut juga tauhid dalam hal keinginan dan tuntutan- adalah mengesakan Allah dalam segala bentuk ibadah. Memurnikan ibadah-ibadah itu untuk Allah semata secara lahir dan batin (lihat It-hafu Dzawil ‘Uqul ar-Rasyidah, hal. 53)

(lebih…)

Seri Faidah Kitab Tauhid [2]

Bismillah.

Pada bagian sebelumnya telah disebutkan faidah-faidah dari ayat ke-56 dalam surat adz-Dzariyat yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah di bagian awal Kitab Tauhid ini. Berikut ini akan kami lanjutkan insya Allah dengan menyebutkan beberapa pelajaran dan faidah yang disebutkan oleh para ulama.

(lebih…)

Macam-Macam Tauhid

Iman kepada Allah mencakup iman terhadap wujud Allah, iman terhadap rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, dan asma’ wa shifat-Nya. Oleh sebab itu wajib mentauhidkan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat (lihat keterangan Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah dalam Kutub wa Rasa’il Abdil Muhsin, 3/28)

(lebih…)

Link Rekaman Audio Kajian Kitab Tauhid

Bismillah. Kaum muslimin yang dirahmati Allah, Berikut ini kami sajikan link untuk mendengarkan rekaman seri kajian Kitab Tauhid yang diadakan oleh Ma’had Al-Mubarok Jogjakarta. Sampai artikel ini kami posting sudah ada enam bagian kajian yang diupload dan bisa disimak rekamannya. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan kami yang telah Read more

Makna Tauhid Uluhiyah

Syaikh Abdul Muhsin Al-’Abbad hafizhahullah berkata :

Picture21

Tauhid uluhiyah adalah mengesakan-Nya subhanahu wa ta’ala dengan perbuatan-perbuatan hamba, seperti halnya doa, takut, harap, tawakal, isti’anah/minta pertolongan, istighotsah, menyembelih, dan lain sebagainya dari perbuatan hamba.

(lebih…)

Kandungan Ilmu Tauhid Al-Fatihah

images

Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan utusan-Nya, para sahabatnya, dan pengikut setia mereka. Amma ba’du.

Syaikh Abdul Muhsin al-’Abbad hafizhahullah mengatakan, “Surat Al-Fatihah adalah surat paling agung dalam al-Qur’an, berdasarkan hadits Abu Sa’id bin Al-Mu’alla yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4474). Ia mengandung ketiga macam tauhid; tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma’ wa shifat.” (Min Kunuz al-Qur’an al-Karim, dalam Kutub wa Rasa’il Abdil Muhsin 1/149)

(lebih…)