Fitrah Tauhid Rububiyah

Bismillah.

Salah satu perkara yang telah ditanamkan di dalam fitrah manusia adalah keyakinan keesaan pencipta dan pengatur alam; bahwa tidak ada yang menciptakan alam ini selain Allah. Inilah yang disebut dengan istilah tauhid rububiyah; mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatan-Nya.

(lebih…)

Faidah Hadits Jibril [bagian 5]

Materi :

– Iman kepada Allah

– Tauhid Rububiyah Sudah Menjadi Fitrah Manusia

– Tauhid Rububiyah Saja Tidak Cukup

Iman kepada Allah

Iman kepada Allah mencakup iman terhadap wujud Allah, iman terhadap rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, dan asma’ wa shifat-Nya. Oleh sebab itu wajib mentauhidkan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat (lihat keterangan Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah dalam Kutub wa Rasa’il Abdil Muhsin, 3/28)

(lebih…)

Beberapa Catatan Seputar Tauhid

> Pengertian Tauhid :

Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya. Tauhid terbagi tiga; mentauhidkan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Tauhid rububiyah maksudnya mengesakan Allah sebagai satu-satunya pencipta, penguasa dan pemelihara alam semesta. Tauhid uluhiyah artinya mengesakan Allah dalam beribadah; menujukan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Tauhid asma’ wa shifat adalah mengesakan Allah dalam hal nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

(lebih…)

Faidah Tafsir al-Fatihah [bagian 2]

Materi :

– Keutamaan al-Fatihah

– Nama Lain Surat al-Fatihah

– Intisari Surat al-Fatihah

Keutamaan Surat al-Fatihah

> al-Fatihah Surat Paling Agung di dalam al-Qur’an

Dari Abu Sa’id bin al-Mu’alla radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Maukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung di dalam al-Qur’an, sebelum kamu keluar masjid?”. Lalu beliau menggandeng tanganku, ketika kami hendak keluar aku berkata, “Wahai Rasulullah! Tadi anda berkata: Aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam al-Qur’an?”. Beliau pun bersabda, “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (surat al-Fatihah), itulah tujuh ayat yang diulang-ulang (as-Sab’u al-Matsani) dan bacaan yang agung (al-Qur’an al-‘Azhim) yang diberikan kepadaku.” (HR. Bukhari)

(lebih…)

Mutiara Faidah Surat al-Fatihah

Surat ini disebut al-Fatihah (pembuka) karena ia menjadi pembuka tulisan ayat-ayat al-Qur’an. Demikian pula ia menjadi pembuka bacaan di dalam sholat. al-Fatihah juga disebut dengan Ummul Kitab (induk al-Qur’an) sebagaimana pendapat jumhur/mayoritas ulama. Disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “alhamdulillah (surat al-Fatihah) adalah induk al-Qur’an, as-Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan al-Qur’an al-‘Azhim (bacaan yang agung).” (HR. Tirmidzi dan beliau mensahihkannya, Syaikh al-Albani pun mensahihkan hadits ini) (lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/101, Sahih Sunan Tirmidzi no. 3124)

(lebih…)

Siapa Rabbmu?

Di dalam al-Wajibat, Syaikh Abdullah bin Ibrahim al-Qar’awi hafizhahullah berkata :

فإذا قيل لك: من ربك؟ فقل: ربي الله، الذي ربَّاني وربَّى جميع العالمين بنعمته، وهو معبودي، ليس لي معبودٌ سواه

Apabila ditanyakan kepadamu “Siapa Rabbmu?” jawablah “Rabbku adalah Allah Yang telah mentarbiyahku dan mentarbiyah seluruh alam dengan nikmat-nikmat-Nya. Dia lah sesembahanku, tidak ada bagiku sesembahan selain-Nya.”

(lebih…)