Mengenal Pembagian Tauhid
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah rekaman kajian Silsilah Tauhid bagian 3 yang disampaikan oleh Ustaz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah dengan tema :
Bismillah.
Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah rekaman kajian Silsilah Tauhid bagian 3 yang disampaikan oleh Ustaz Afifi Abdul Wadud hafizhahullah dengan tema :
Bismillah.
Salah satu perkara yang telah ditanamkan di dalam fitrah manusia adalah keyakinan keesaan pencipta dan pengatur alam; bahwa tidak ada yang menciptakan alam ini selain Allah. Inilah yang disebut dengan istilah tauhid rububiyah; mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatan-Nya.
Bismillah.
Setiap hari kita membaca di dalam sholat ‘iyyaka na’budu’ yang artinya, “Hanya kepada-Mu kami beribadah.” Kalimat ini sangat agung dan menyimpan banyak pelajaran untuk kita.
Materi :
– Iman kepada Allah
– Tauhid Rububiyah Sudah Menjadi Fitrah Manusia
– Tauhid Rububiyah Saja Tidak Cukup
Iman kepada Allah
Iman kepada Allah mencakup iman terhadap wujud Allah, iman terhadap rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, dan asma’ wa shifat-Nya. Oleh sebab itu wajib mentauhidkan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat (lihat keterangan Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah dalam Kutub wa Rasa’il Abdil Muhsin, 3/28)
> Pengertian Tauhid :
Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya. Tauhid terbagi tiga; mentauhidkan Allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Tauhid rububiyah maksudnya mengesakan Allah sebagai satu-satunya pencipta, penguasa dan pemelihara alam semesta. Tauhid uluhiyah artinya mengesakan Allah dalam beribadah; menujukan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Tauhid asma’ wa shifat adalah mengesakan Allah dalam hal nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
Materi :
– Keutamaan al-Fatihah
– Nama Lain Surat al-Fatihah
– Intisari Surat al-Fatihah
Keutamaan Surat al-Fatihah
> al-Fatihah Surat Paling Agung di dalam al-Qur’an
Dari Abu Sa’id bin al-Mu’alla radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Maukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung di dalam al-Qur’an, sebelum kamu keluar masjid?”. Lalu beliau menggandeng tanganku, ketika kami hendak keluar aku berkata, “Wahai Rasulullah! Tadi anda berkata: Aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam al-Qur’an?”. Beliau pun bersabda, “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (surat al-Fatihah), itulah tujuh ayat yang diulang-ulang (as-Sab’u al-Matsani) dan bacaan yang agung (al-Qur’an al-‘Azhim) yang diberikan kepadaku.” (HR. Bukhari)
Bismillah.
Sebagaimana sudah diketahui bersama, bahwa tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal ibadah. Menujukan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Inilah yang disebut dengan tauhid ibadah atau tauhid uluhiyah.
(lebih…)
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, alhamdulillah bisa hadir kembali untuk menyajikan sebuah rekaman kajian bersama Ustadz Dwi Abu Dzulqarnain hafizhahullah.
Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini kita bisa berjumpa kembali dalam seri faidah Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Surat ini disebut al-Fatihah (pembuka) karena ia menjadi pembuka tulisan ayat-ayat al-Qur’an. Demikian pula ia menjadi pembuka bacaan di dalam sholat. al-Fatihah juga disebut dengan Ummul Kitab (induk al-Qur’an) sebagaimana pendapat jumhur/mayoritas ulama. Disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “alhamdulillah (surat al-Fatihah) adalah induk al-Qur’an, as-Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan al-Qur’an al-‘Azhim (bacaan yang agung).” (HR. Tirmidzi dan beliau mensahihkannya, Syaikh al-Albani pun mensahihkan hadits ini) (lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/101, Sahih Sunan Tirmidzi no. 3124)