Rekaman Pelajaran Qawa’id Arba’
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan rekaman seri pelajaran Qawa’id Arba’ atau Empat Kaidah Pokok karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan rekaman seri pelajaran Qawa’id Arba’ atau Empat Kaidah Pokok karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, istilah tauhid sudah sering kita dengar. Meskipun demikian, banyak orang yang masih rancu dalam memahami hakikat tauhid itu sendiri. Sebagian menganggap bahwa tauhid adalah dengan meyakini bahwa Allah itu satu, tidak berbilang. Itu sudah cukup menurut mereka. Sebagian lagi mengira, tauhid adalah mempercayai Allah pencipta alam dan penguasanya, dsb.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian; yaitu yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa. Dzat yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap serta yang menurunkan dari langit air [hujan] maka Allah keluarkan dengan sebab air itu berbagai buah-buahan sebagai rizki untuk kalian. Oleh sebab itu janganlah kalian menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan, sementara kalian mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22)
Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah menerangkan, “Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba, seperti dalam hal doa, istighotsah/memohon keselamatan, isti’adzah/meminta perlindungan, menyembelih, bernadzar, dan lain sebagainya. Itu semuanya wajib ditujukan oleh hamba kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dalam hal itu/ibadah dengan sesuatu apapun.” (lihat Qathfu al-Jana ad-Dani, hal. 56)