Figur Penjelas al-Qur’an

Bismillah. Allah berfirman : وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ  “Dan Kami turunkan kepadamu (Muhammad) peringatan ini (yaitu wahyu al-Qur’an) agar kamu jelaskan kepada manusia apa-apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka itu mau memikirkan.” (an-Nahl : 44) Imam al-Baghawi rahimahullah menjelaskan :  أراد Read more

Takutlah Akan Neraka…

Allah berfirman (yang artinya), “Maka diantara mereka ada yang celaka dan ada pula orang yang bahagia.” (Huud : 105). Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa melakukan kebaikan maka itu untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa melakukan keburukan maka hal itu juga merugikan dirinya sendiri. Dan Rabbmu tidaklah berbuat zalim kepada hamba.” (Fushshilat : 46) (lebih…)

Meraih Hidayah dan Keamanan

Imam Bukhari menuturkan : Qutaibah bin Sa’id menuturkan kepada kami. Dia berkata : Jarir menuturkan hadits kepada kami dari al-A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqomah dari Abdullah -yaitu Ibnu Mas’ud- bahwa beliau berkata : Ketika turun ayat ini (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman…” (al-An’am : 82) maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengatakan, “Siapakah diantara kita ini yang tidak mencampuri imannya dengan kezaliman?!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menanggapi : Sesungguhnya bukan itu yang dimaksudkan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (HR. Bukhari no. 64444, lihat dalam Minhatul Malik al-Jalil, 12/389)  

(lebih…)

Umat Yang Satu

Dalam salah satu kitabnya, Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menyebutkan sebuah ayat Allah (yang artinya), “Sesungguhnya umat kalian ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Rabb kalian maka sembahlah Aku semata.” (al-Anbiya’ : 92). Ayat ini menunjukkan bahwa dahulu di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam umat muslim adalah umat yang satu (lihat Min Ushuli ‘Aqidati Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 7)

(lebih…)

Rasa Takut Ulama Kepada Allah

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya :

Apakah makna dari firman Allah ta’ala (yang artinya), “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah diantara para hamba-Nya hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Fathir : 28). Apakah hal ini bermakna selain ulama tidak memiliki rasa takut kepada Allah? Dan ulama yang seperti apakah yang dimaksud oleh ayat ini?

(lebih…)