Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 6

10613068_785640641503062_6557688159310305575_n

6. Perintah Paling Agung

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (An-Nisaa’ : 36). Ayat yang mulia ini menunjukkan wajibnya beribadah kepada Allah semata dan mengingkari segala sesembahan selain-Nya (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 27)

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 5

syarah-kitab-tauhid

5. Hakikat Tauhid

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Dan Rabbmu telah menetapkan bahwa janganlah kalian menyembah kecuali hanya kepada-Nya, dan kepada kedua orang tua hendaklah berbuat baik…” (Al-Israa’ : 23). Ayat ini menunjukkan tentang wajibnya mengesakan Allah dalam beribadah, dan inilah yang dimaksud dengan tauhid (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitabit Tauhid, hal. 24)

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 4

flame_2

4. Tujuan dan Hikmah Diutusnya Para Rasul

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul, yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (An-Nahl : 36). Ayat ini menunjukkan kesepakatan segenap rasul dalam mendakwahkan tauhid, dan bahwasanya mereka diutus dengan membawa misi ini; yaitu dakwah tauhid (lihat Al-Qaul-Al-Mufid oleh Syaikh Al-Utsaimin, 1/14)

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 3

pdi_syarah_kitab_tauhid_200x296

3. Tujuan dan Hikmah Penciptaan

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56). Makna ayat ini adalah bahwasanya Allah ta’ala mengabarkan bahwa tidaklah Dia menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Inilah hikmah penciptaan mereka (lihat Fat-hul Majid, hal. 17 cet. Darul Hadits)

(lebih…)

Silsilah Syarah Kitab Tauhid. Bagian 1

265

1. Memulai Dengan Basmalah

Penulis -Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memulai kitabnya dengan basmalah ‘yaitu ucapan bismillahirrahmanirrahim’. Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah menjelaskan, bahwa hal itu adalah dalam rangka mengikuti Kitabullah dan juga melaksanakan kandungan hadits “Setiap perkara penting yang tidak diawali dengan bismillahirrahmanirrahim, maka ia terputus.” Hadits ini dihasankan oleh Ibnu Sholah. Selain itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai surat-suratnya dengan tulisan basmalah, sebagaimana dalam surat yang dikirim kepada Heraklius pembesar Romawi (lihat Fat-hul Majid, hal. 10 cet. Darul Hadits)

(lebih…)