Dampak Perpecahan

Bismillah. Allah berfirman : وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ “Dan sesungguhnya yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain; sebab ia akan mencerai-berikan kalian dari jalan-Nya…” (al-An’am : 153) Ayat yang agung Read more

Jalan Menuju Persatuan

Bismillah. Diantara perkara yang diperintahkan Allah di dalam al-Qur’an adalah agar kita berpegang teguh dengan tali Allah secara bersama-sama dan tidak berpecah-belah. Para ulama telah menjelaskan bahwa yang dimaksud tali Allah itu adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Hal ini juga mengisyaratkan bahwa persatuan yang hakiki hanya akan terwujud jika kaum muslimin Read more

Kesatuan Barisan

Bismillah. Alhamdulillah berikut ini kami sajikan sebuah tautan untuk mengunduh rekaman ceramah Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah dengan tema : Kesatuan Barisan (Wihdatu ash- Shaff) Silahkan unduh rekaman dari sini [klik] Semoga bermanfaat bagi kita. # Sumber : http://alfawzan.af.org.sa/ar/node/14911

Persatuan dan Perpecahan

Bismillah.

Salah satu pedoman dan prinsip dalam hal aqidah Islam adalah wajibnya bersatu dan terlarangnya berpecah-belah. Hal ini dilandasi oleh banyak dalil. Diantaranya adalah firman Allah (yang artinya), “Dan berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah.” (Ali ‘Imran : 103).

(lebih…)

Menyatukan, Bukan Memecah Belah…

Bismillah. Wa bihi nasta’iinu.

Allah berfirman (yang artinya), “Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah…” (Ali ‘Imran : 103)

Para ulama memiliki pendapat yang saling melengkapi dalam memahami maksud ayat tersebut. Diantaranya, Ibnu ‘Abbas menafsirkan ‘Berpegang-teguhlah dengan agama Allah’. Ibnu Mas’ud mengatakan ‘Yang dimaksud tali Allah adalah al-jama’ah/persatuan kaum muslimin’. Mujahid dan ‘Atha’ mengatakan ‘Yang dimaksud adalah perjanjian dengan Allah’. Qatadah dan as-Suddi menafsirkan, ‘Maksudnya adalah al-Qur’an’. Muqatil bin Hayan mengatakan, ‘Yang dimaksud adalah perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya’ (lihat Tafsir al-Baghawi, hal. 229)

(lebih…)

Taat Kepada Pemerintah Muslim

Syaikh Shalih al-Fauzan menerangkan, bahwa tidaklah dipersyaratkan pemerintah kaum muslimin adalah orang yang salih seratus persen seperti halnya khulafa’ur rasyidin. Bahkan tetap wajib untuk taat kepada pemerintah muslim walaupun padanya terdapat suatu bentuk penyimpangan dan maksiat yang tidak sampai pada derajat kekafiran dan mengeluarkan dari agama. Kerusakan yang ada padanya adalah tanggung jawabnya sendiri sedangkan kepemimpinannya adalah demi kebaikan kaum muslimin.

(lebih…)