Untaian Nasihat Ulama (5)

Bagian 5.
Sabar, Syukur, dan Istighfar

Musibah dan Kenikmatan

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Seorang mukmin ketika tertimpa musibah bersabar. Ketika mendapat nikmat dia menjadi orang yang bersyukur. Pada saat tertimpa musibah-musibah dia berhasil meraih pahala orang-orang yang sabar, dan pada saat mendapat kenikmatan dia menuai pahala orang-orang yang bersyukur. Oleh sebab itu dia beruntung dalam kedua keadaan ini.” (lihat Syarh Qawa’id Arba’ Syaikh Abdurrazzaq al-Badr, hal. 12)

(lebih…)

Kemungkaran Di Dalam HP

Suatu saat Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah mendapat pertanyaan :

هذا يقول: بعض الشباب لديهم ظاهرة في الجوالات، أنهم يملئونها ببعض المخالفات، والمنكرات كالغناء والمعازف والصور المحرَّمة، فما هو توجيهكم لمثل هؤلاء-بارك الله فيكم-؟

Si penanya ini berkata, “Sebagian pemuda memiliki perilaku yang banyak menimpa orang pada handphone; yaitu mereka memenuhinya dengan sebagian penyimpangan dan kemungkaran semacam nyanyian, musik-musik, dan gambar-gambar yang diharamkan. Apakah bimbingan dari anda bagi orang-orang seperti mereka ini -semoga Allah memberkahi anda-?”

(lebih…)

Penjelasan Empat Kaidah Pokok (2)

Bersyukur Terhadap Nikmat Allah

Penulis -Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab- berkata, “Dan semoga Allah menjadikan kamu termasuk orang yang apabila diberi nikmat maka dia bersyukur.”

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Sesungguhnya kebanyakan orang apabila diberi nikmat maka mereka justru kufur dan mengingkarinya, bahkan mereka menggunakannya bukan dalam ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla, sehingga hal itu menjadi sebab kebinasaan diri mereka. Adapun orang yang bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat kepadanya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan ingatlah ketika Rabb kalian telah mengumumkan jika kalian bersyukur pasti Aku akan tambahkan nikmat kepada kalian.” (Ibrahim : 7).” (lihat Syarh al-Fauzan, hal. 8)

(lebih…)

56 Hadits dan Atsar Pilihan [Bagian 3]

7182699797_f97af9e43a_z

 

Memudahkan Urusan Orang Lain

[29] Imam Ibnul A’rabi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memberikan kelonggaran penundaan pembayaran hutang atau menggugurkan hutang tersebut maka Allah akan menaunginya kelak di bawah naungan Arsy-Nya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya.” (lihat Mu’jam 1/68)

(lebih…)