Membuat Sebuah Kesalahan

Bismillah.

Kita mengakui, bahwa manusia memiliki potensi berbuat jahat, sebagaimana manusia juga berpotensi melakukan kebaikan. Allah telah mengilhamkan kepada jiwa jalan kefajiran atau ketakwaannya. Namun, yang beruntung ialah mereka yang menyucikan jiwanya…

(lebih…)

Masih Terbuka Kesempatan

Bismillah.

Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni segala bentuk dosa. Sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (az-Zumar : 53)

(lebih…)

Tertutupnya Aib Karunia dari Allah

oleh : Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah

Beliau berkata :

قال عبد الله بن شوذب رحمه الله:

«اجْتَمَعَ قَوْمٌ فَتَذَاكَرُوا أَيُّ النِّعَمِ أَفْضَلُ؟ فَقَالَ رَجُلٌ: مَا سَتَرَ اللهُ بِهِ بَعْضَنَا عَنْ بَعْضٍ، قَالَ: فَيرَوْنَ أَنَّ قَوْلَ ذَلِكَ أَرْجَحُ»

حلية الأولياء لأبي نعيم (6/131).

ألا ما أجلها من نعمة، ولو كُشف الستر لبانت عيوب وتَبدَّت ذنوب، لكن نسأل الذي سترها أن يغفرها إنّه ستّير غفور.

Abdullah bin Syaudzab rahimahullah mengatakan :

(lebih…)

Mengenal Keburukan untuk Menjauhinya

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Wajib untuk mempelajari tauhid dan mengenalinya sehingga seorang insan bisa berada di atas ilmu yang nyata. Apabila dia mengenali tauhid maka dia juga harus mengenali syirik apakah syirik itu; yaitu dalam rangka menjauhinya. Sebab bagaimana mungkin dia menjauhinya apabila dia tidak mengetahuinya. Karena sesungguhnya jika orang itu tidak mengenalinya -syirik- sangat dikhawatirkan dia akan terjerumus di dalamnya dalam keadaan dia tidak menyadari…” (lihat at-Tauhid, ya ‘Ibaadallah, hal. 27) (lebih…)

Obat Lemah Iman

Bismillah.

Imam al-Ajurri rahimahullah meriwayatkan dari Umair bin Habib seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau berkata, “Iman bertambah dan berkurang.” Ada yang bertanya kepadanya, “Seperti apa itu bertambah dan berkurangnya?” beliau pun menjawab, “Apabila kita mengingat Allah ‘azza wa jalla, memuji-Nya, dan takut kepada-Nya, itulah bertambahnya iman. Namun apabila kita lalai atau menyia-nyiakan, itulah berkurangnya iman.” (lihat asy-Syari’ah, 2/583)

(lebih…)