Meraih Hidayah dan Keamanan

Imam Bukhari menuturkan : Qutaibah bin Sa’id menuturkan kepada kami. Dia berkata : Jarir menuturkan hadits kepada kami dari al-A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqomah dari Abdullah -yaitu Ibnu Mas’ud- bahwa beliau berkata : Ketika turun ayat ini (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman…” (al-An’am : 82) maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengatakan, “Siapakah diantara kita ini yang tidak mencampuri imannya dengan kezaliman?!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menanggapi : Sesungguhnya bukan itu yang dimaksudkan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (HR. Bukhari no. 64444, lihat dalam Minhatul Malik al-Jalil, 12/389)  

(lebih…)

Hakikat Seorang Hamba

Sesungguhnya hakikat seorang hamba itu terletak pada hati dan ruhnya. Sementara hati dan ruh itu tidak akan baik kecuali dengan menghamba kepada Tuhannya yaitu Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya. Maka dia tidak akan merasakan ketenangan di dunia ini kecuali dengan berdzikir kepada-Nya. Jiwanya akan terus berusaha menggapai keridhoan-Nya dan ia pasti akan bertemu dengan-Nya. Perjumpaan dengan-Nya itu pasti. Dan tidak ada kebaikan baginya kecuali dengan bertemu dengan-Nya.

(lebih…)

Untaian Nasihat Ulama (7)

Bagian 7.
Bahaya Syirik

Berhala di dalam Hati

Syaikh Abdullah bin Shalih al-‘Ubailan hafizhahullah mengatakan, “Ketahuilah, bahwa tauhid dan mengikuti hawa nafsu adalah dua hal yang bertentangan. Hawa nafsu itu adalah berhala, dan setiap hamba memiliki ‘berhala’ di dalam hatinya sesuai dengan kadar hawa nafsunya. Sesungguhnya Allah mengutus para rasul-Nya dalam rangka menghancurkan berhala dan supaya -manusia- beribadah kepada Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Bukanlah maksud Allah subhanahu adalah hancurnya berhala secara fisik sementara ‘berhala’ di dalam hati dibiarkan. Akan tetapi yang dimaksud ialah menghancurkannya mulai dari dalam hati, bahkan inilah yang paling pertama tercakup.” (lihat Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi At-Tarbiyah wa Al-Ishlah, hal. 41)

(lebih…)

19 Mutiara Hikmah Tentang Iman

night-landscape-photography-field

[1] Ibnu Abi Mulaikah seorang rabi’in berkata, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka semua takut kemunafikan minimpa dirinya. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang mengatakan bahwa keimanannya sejajar dengan keimanan Jibril dan Mika’il.” (lihat Fath al-Bari [1/137])

(lebih…)