Masih Terbuka Kesempatan

Bismillah.

Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni segala bentuk dosa. Sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (az-Zumar : 53)

(lebih…)

Pengakuan Setan

Imam Ibnu ‘Ashim dan yang lainnya meriwayatkan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, “Setan berkata : Aku telah membinasakan manusia dengan dosa-dosa. Akan tetapi mereka membinasakanku dengan laa ilaha illallah dan istighfar. Ketika aku melihat hal itu aku pun menyebarkan di tengah mereka penyimpangan (hawa nafsu dan bid’ah). Sehingga mereka berbuat dosa namun tidak beristighfar. Karena mereka mengira bahwa dirinya melakukan perbuatan baik dengan sebaik-baiknya.” (lihat Ikramul Muwahhidin, hal. 9)

(lebih…)

Ampuni Dosaku…

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah menyebutkan di dalam bukunya Fiqh al-Ad’iyyah wal Adzkar (3/149) sebuah doa yang sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam sujudnya, yaitu beliau membaca ‘Allahummaghfir lii dzanbii kullah, diqqahu wa jillah, awwalahu wa aakhirah, wa ‘alaaniyyatahu wa sirrah’ artinya, “Ya Allah, ampunilah dosaku semuanya; yang kecil maupun yang besar, yang awal hingga yang terakhir, yang tampak maupun yang tersembunyi.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

(lebih…)

Untaian Nasihat Ulama (5)

Bagian 5.
Sabar, Syukur, dan Istighfar

Musibah dan Kenikmatan

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Seorang mukmin ketika tertimpa musibah bersabar. Ketika mendapat nikmat dia menjadi orang yang bersyukur. Pada saat tertimpa musibah-musibah dia berhasil meraih pahala orang-orang yang sabar, dan pada saat mendapat kenikmatan dia menuai pahala orang-orang yang bersyukur. Oleh sebab itu dia beruntung dalam kedua keadaan ini.” (lihat Syarh Qawa’id Arba’ Syaikh Abdurrazzaq al-Badr, hal. 12)

(lebih…)