Apabila Amalan Tercampur Dengan Syirik

syirik-dan-tipu-daya-syetan

Apabila suatu amal tercampuri syirik maka amal itu tidak akan diterima di sisi Allah dan mendatangkan dosa yang amat besar di sisi-Nya. Apabila syirik besar maka seluruh amalan menjadi sia-sia dan tidak diterima, sedangkan apabila syirik kecil maka amalan yang tercampuri itu saja yang tidak diterima dan dia mendapatkan dosa.

(lebih…)

Keutamaan Ikhlas Dan Menjaga Kelurusan Niat

8162470883_a27a0c515f_b_flickr

Imam Ibnul Mulaqqin rahimahullah berkata, “Mengikhlaskan niat untuk Allah ta’ala senantiasa menjadi syari’at/ajaran semenjak masa-masa umat sebelum kita dan kemudian dilanjutkan di masa kita yang datang sesudah mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mensyariatkan untuk kalian agama sebagaimana apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh.” (QS. Asy-Syura: 13). Abul ‘Aliyah menafsirkan, “Allah mewasiatkan kepada mereka untuk ikhlas kepada Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya yang tidak ada sekutu bagi-Nya”…(lihat al-I’lam bi Fawa’id ‘Umdah al-Ahkam Jilid 1 hal. 164)

(lebih…)

19 Mutiara Hikmah Tentang Iman

night-landscape-photography-field

[1] Ibnu Abi Mulaikah –seorang rabi’in– berkata, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka semua takut kemunafikan minimpa dirinya. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang mengatakan bahwa keimanannya sejajar dengan keimanan Jibril dan Mika’il.” (lihat Fath al-Bari [1/137])

(lebih…)

Hukum Orang Yang Meninggalkan Puasa

selamat-berpuasa

Orang yang meninggalkan puasa karena meremehkan dan malas tidaklah menjadi kafir. Hal itu dikarenakan orang itu tetap dihukumi pada asalnya muslim sampai tegak dalil yang membuktikan bahwa dia telah keluar dari Islam. Sementara tidak tegak dalil yang menunjukkan bahwa orang yang tidak berpuasa keluar dari Islam. Selama dia meninggalkan puasa itu karena meremehkan atau malas.

(lebih…)