Kafirkah Berhukum Dengan Selain Hukum Allah?
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka mereka itulah para pelaku kekafiran.” (QS. Al-Ma’idah: 44)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka mereka itulah para pelaku kekafiran.” (QS. Al-Ma’idah: 44)
Bismillah. Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du.
Berikut ini kami sampaikan informasi tentang link download rekaman kajian tafsir ma’had al-Mubarok yang disampaikan oleh al-Utsadz Ahmad Mz hafizhahullah. Sampai kami susun ini alhamdulillah sudah ada 8 bagian kajian.
Segala puji bagi Allah atas taufik dan pertolongan-Nya. Syukur sepantasnya kita tujukan kepada-Nya, syukur yang tiada henti dan tiada habisnya. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan rasul-Nya, kekasih dan da’i yang menyeru kepada jalan-Nya dan surga, di atas landasan bashirah dan ilmu yang nyata. Amma ba’du.
Hakikat Ibadah dan Pilar-Pilarnya
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Apabila suatu amal tercampuri syirik maka amal itu tidak akan diterima di sisi Allah dan mendatangkan dosa yang amat besar di sisi-Nya. Apabila syirik besar maka seluruh amalan menjadi sia-sia dan tidak diterima, sedangkan apabila syirik kecil maka amalan yang tercampuri itu saja yang tidak diterima dan dia mendapatkan dosa.
Imam Ibnul Mulaqqin rahimahullah berkata, “Mengikhlaskan niat untuk Allah ta’ala senantiasa menjadi syari’at/ajaran semenjak masa-masa umat sebelum kita dan kemudian dilanjutkan di masa kita yang datang sesudah mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mensyariatkan untuk kalian agama sebagaimana apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh.” (QS. Asy-Syura: 13). Abul ‘Aliyah menafsirkan, “Allah mewasiatkan kepada mereka untuk ikhlas kepada Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya yang tidak ada sekutu bagi-Nya”…(lihat al-I’lam bi Fawa’id ‘Umdah al-Ahkam Jilid 1 hal. 164)
Imam Bukhari rahimahullah menuturkan:
Umar bin Hafsh menuturkan kepada kami. Dia berkata: Ayahku menuturkan kepada kami. Dia berkata: al-A’masy menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Shalih menuturkan kepadaku dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Beliau berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah berkata:
Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari Abu Zur’ah ar-Razi. Bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku membenci Mu’awiyah.” Maka beliau -Imam Abu Zur’ah- bertanya kepadanya, “Memangnya kenapa?”.
Bismillah.
Berikut ini adalah informasi link download sebagian kitab-kitab Syarh Hadits Jibril yang ditulis oleh para ulama kita. Semoga bermanfaat.
[1] Ibnu Abi Mulaikah –seorang rabi’in– berkata, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka semua takut kemunafikan minimpa dirinya. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang mengatakan bahwa keimanannya sejajar dengan keimanan Jibril dan Mika’il.” (lihat Fath al-Bari [1/137])