Petunjuk dan Agama Yang Benar

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Allah ta’ala berfirman,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dialah [Allah] Yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benaruntuk menampakkannya/memenangkannya di atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik tidak suka.” (QS. At-Taubah: 33)

(lebih…)

Menelusuri Jejak Keikhlasan Salafus Shalih

images (1)

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Dahulu dikatakan: Bahwa seorang hamba akan senantiasa berada dalam kebaikan, selama jika dia berkata maka dia berkata karena Allah, dan apabila dia beramal maka dia pun beramal karena Allah.” (lihat Ta’thir al-Anfas min Hadits al-Ikhlas, hal. 592)

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata kepada seseorang sembari menasihatinya, “Hati-hatilah kamu wahai saudaraku, dari riya’ dalam ucapan dan amalan. Sesungguhnya hal itu adalah syirik yang sebenarnya. Dan jauhilah ujub, karena sesungguhnya amal salih tidak akan terangkat dalam keadaan ia tercampuri ujub.” (lihat Ta’thir al-Anfas, hal. 578)

(lebih…)

Apabila Amalan Tercampur Dengan Syirik

syirik-dan-tipu-daya-syetan

Apabila suatu amal tercampuri syirik maka amal itu tidak akan diterima di sisi Allah dan mendatangkan dosa yang amat besar di sisi-Nya. Apabila syirik besar maka seluruh amalan menjadi sia-sia dan tidak diterima, sedangkan apabila syirik kecil maka amalan yang tercampuri itu saja yang tidak diterima dan dia mendapatkan dosa.

(lebih…)

Keutamaan Ikhlas Dan Menjaga Kelurusan Niat

8162470883_a27a0c515f_b_flickr

Imam Ibnul Mulaqqin rahimahullah berkata, “Mengikhlaskan niat untuk Allah ta’ala senantiasa menjadi syari’at/ajaran semenjak masa-masa umat sebelum kita dan kemudian dilanjutkan di masa kita yang datang sesudah mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mensyariatkan untuk kalian agama sebagaimana apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh.” (QS. Asy-Syura: 13). Abul ‘Aliyah menafsirkan, “Allah mewasiatkan kepada mereka untuk ikhlas kepada Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya yang tidak ada sekutu bagi-Nya”…(lihat al-I’lam bi Fawa’id ‘Umdah al-Ahkam Jilid 1 hal. 164)

(lebih…)

19 Mutiara Hikmah Tentang Iman

night-landscape-photography-field

[1] Ibnu Abi Mulaikah seorang rabi’in berkata, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka semua takut kemunafikan minimpa dirinya. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang mengatakan bahwa keimanannya sejajar dengan keimanan Jibril dan Mika’il.” (lihat Fath al-Bari [1/137])

(lebih…)

Keutamaan Ilmu dan Ulama

100234_rajaampat

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

“Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan pada setiap masa kekosongan para rasul sisa-sisa dari ahli ilmu [ulama]. Mereka yang mengajak orang yang tersesat kepada hidayah. Mereka yang bersabar dalam menghadapi gangguannya. Mereka menghidupkan jiwa-jiwa yang mati dengan Kitabullah. Mereka berikan pencerahan kepada orang-orang yang buta [hatinya] dengan cahaya dari Allah. Betapa banyak korban yang telah dibinasakan Iblis lalu mereka hidupkan kembali [jiwanya]. Betapa banyak orang yang sesat dan kebingungan lantas mereka berikan bimbingan. Betapa indah jejak dakwah mereka pada manusia, namun betapa jelek jejak (tanggapan) manusia pada mereka.”

(lebih…)