Adu Nyali dan Pembuktian Diri
Hidup ini adalah ujian dan cobaan. Allah berfirman (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (Al-Mulk : 2)
Hidup ini adalah ujian dan cobaan. Allah berfirman (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (Al-Mulk : 2)
Setiap muslim mengharap agar amalnya diterima di sisi Allah. Namun, perlu diingat bahwa sekedar harapan tidaklah cukup. Harapan harus dibarengi dengan usaha dan upaya.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, setiap kita tentu ingin merasakan ketentraman dan ketenangan. Tidak ada orang berakal sehat yang menyukai kekacauan, keributan, dan kerusuhan bertebaran. Hal ini sudah menjadi fitrah pada diri seorang insan. Oleh sebab itu agama datang untuk membimbing manusia dalam rangka mencapai apa yang mereka dambakan itu.
Salah satu diantara keadaan umat akhir zaman yang sangat memprihatinkan adalah ketidakmengertian banyak orang yang mengaku muslim tentang makna kalimat tauhid. Banyak diantara mereka yang menyangka bahwa tauhid itu adalah dengan meyakini Allah itu satu dan tidak terbagi. Atau tauhid itu adalah meyakini Allah sebagai satu-satunya pencipta.
Bahagia. Setiap insan tentu mendambakannya. Tidak ada orang yang ingin hidup sengsara dan larut dalam kesedihan serta kegalauan yang tak berkesudahan. Namun, bahagia itu sendiri telah menjadi perkara yang samar bagi banyak manusia.
Syaikh Shalih Al-Fauzan pernah ditanya mengenai sholat sunnah zhuhur yang empat raka’at; apakah hal itu dikerjakan sebelum azan zhuhur ataukah sesudah azan zhuhur?
Bismillah.
Alhamdulillah. Ash-sholatu was salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, ilmu agama adalah sangat kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari, jauh lebih besar daripada kebutuhan kita kepada makanan dan minuman. Oleh sebab itu tugas orang-orang yang berilmu untuk menyebarkan dakwah dan keterangan-keterangan kepada umat manusia.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, salah satu kitab fikih yang banyak dikaji oleh para ulama masa kini adalah kitab Manhajus Salikin karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Di dalam kitab ini beliau memberikan pemaparan tentang berbagai persoalan fikih ibadah dan muamalah dengan berlandaskan dalil secara ringkas dan padat.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, salah satu perkara mendasar dalam agama Islam adalah tauhid. Bahkan inilah pokok utama dan asas tegaknya agama. Oleh sebab itu tidaklah diterima segala bentuk amal tanpanya. Termasuk di dalamnya ibadah dengan segala bentuk dan macamnya. Ibadah tanpa tauhid tidak berharga di sisi Allah ta’ala.
Syaikh Abdul Muhsin Al-’Abbad hafizhahullah berkata :
Tauhid uluhiyah adalah mengesakan-Nya subhanahu wa ta’ala dengan perbuatan-perbuatan hamba, seperti halnya doa, takut, harap, tawakal, isti’anah/minta pertolongan, istighotsah, menyembelih, dan lain sebagainya dari perbuatan hamba.