Download Kumpulan Materi Dasar Seputar Tauhid
Bismillah. Berikut ini kami sajikan ke tengah para pembaca, kumpulan link download materi dasar tauhid dalam format PDF. Semoga menambah ilmu yang bermanfaat bagi kita.
Bismillah. Berikut ini kami sajikan ke tengah para pembaca, kumpulan link download materi dasar tauhid dalam format PDF. Semoga menambah ilmu yang bermanfaat bagi kita.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Hidayah bisa dibagi menjadi hidayah ‘menuju jalan’ dan hidayah ‘di atas jalan’. Hidayah menuju jalan adalah hidayah untuk memeluk agama Islam dan meninggalkan agama-agama yang lain. Adapun hidayah di atas jalan adalah hidayah untuk bisa melaksanakan rincian-rincian ajaran di dalam agama Islam (lihat al-Majmu’ah al-Kamilah [1/36])
Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata:
Perkara paling agung yang diperintahkan Allah adalah tauhid, yang hakikat tauhid itu adalah mengesakan Allah dalam ibadah. Tauhid itu mengandung kebaikan bagi hati, memberikan kelapangan, cahaya, dan kelapangan dada. Dan dengan tauhid itu pula akan lenyaplah berbagai kotoran yang menodainya.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini adalah kumpulan link download rekaman kajian Kitab Tauhid yang disampaikan oleh Ustadz Afifi hafizhahullah dalam kegiatan kajian rutin Ma’had al-Mubarok.
Kajian ini diadakan di Masjid al-Mubarok, Tegalrejo [400 m utara Kampus UMY] setiap Sabtu siang Pkl. 13.00 – 14.00 WIB. Kajian ini terbuka untuk umum, putra-putri.
Segala puji bagi Allah atas taufik dan pertolongan-Nya. Syukur sepantasnya kita tujukan kepada-Nya, syukur yang tiada henti dan tiada habisnya. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan rasul-Nya, kekasih dan da’i yang menyeru kepada jalan-Nya dan surga, di atas landasan bashirah dan ilmu yang nyata. Amma ba’du.
Hakikat Ibadah dan Pilar-Pilarnya
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Apabila suatu amal tercampuri syirik maka amal itu tidak akan diterima di sisi Allah dan mendatangkan dosa yang amat besar di sisi-Nya. Apabila syirik besar maka seluruh amalan menjadi sia-sia dan tidak diterima, sedangkan apabila syirik kecil maka amalan yang tercampuri itu saja yang tidak diterima dan dia mendapatkan dosa.
Imam Ibnul Mulaqqin rahimahullah berkata, “Mengikhlaskan niat untuk Allah ta’ala senantiasa menjadi syari’at/ajaran semenjak masa-masa umat sebelum kita dan kemudian dilanjutkan di masa kita yang datang sesudah mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mensyariatkan untuk kalian agama sebagaimana apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh.” (QS. Asy-Syura: 13). Abul ‘Aliyah menafsirkan, “Allah mewasiatkan kepada mereka untuk ikhlas kepada Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya yang tidak ada sekutu bagi-Nya”…(lihat al-I’lam bi Fawa’id ‘Umdah al-Ahkam Jilid 1 hal. 164)
Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah berkata:
Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari Abu Zur’ah ar-Razi. Bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku membenci Mu’awiyah.” Maka beliau -Imam Abu Zur’ah- bertanya kepadanya, “Memangnya kenapa?”.
[1] Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan, “Umat manusia jauh lebih membutuhkan ilmu daripada kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman; sebab makanan dan minuman diperlukan dalam sehari sekali atau dua kali. Adapun ilmu, ia dibutuhkan sepanjang waktu.” (lihat al-‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 91)