Brosur Dakwah Islam al-Hujjah [seri 5]

Light-in-the-Trees-1

Hakikat dan Keutamaan Ilmu

Keutamaan Ilmu dan Ulama

Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah berkata, “Barangsiapa melakukan suatu amal tanpa landasan ilmu maka apa-apa yang dia rusak itu justru lebih banyak daripada apa-apa yang dia perbaiki.” (Jami’ Bayan al-‘Ilmi wa Fadhlihi, hal. 131)

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan, “Umat manusia jauh lebih membutuhkan ilmu daripada kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman; sebab makanan dan minuman diperlukan dalam sehari sekali atau dua kali. Adapun ilmu, ia dibutuhkan sepanjang waktu.” (al-‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 91)

(lebih…)

Andakah Orangnya?

images (2)

Segala puji bagi Allah atas taufik dan pertolongan-Nya. Syukur sepantasnya kita tujukan kepada-Nya, syukur yang tiada henti dan tiada habisnya. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan rasul-Nya, kekasih dan da’i yang menyeru kepada jalan-Nya dan surga, di atas landasan bashirah dan ilmu yang nyata. Amma ba’du.

(lebih…)

Apabila Amalan Tercampur Dengan Syirik

syirik-dan-tipu-daya-syetan

Apabila suatu amal tercampuri syirik maka amal itu tidak akan diterima di sisi Allah dan mendatangkan dosa yang amat besar di sisi-Nya. Apabila syirik besar maka seluruh amalan menjadi sia-sia dan tidak diterima, sedangkan apabila syirik kecil maka amalan yang tercampuri itu saja yang tidak diterima dan dia mendapatkan dosa.

(lebih…)

Keutamaan Ikhlas Dan Menjaga Kelurusan Niat

8162470883_a27a0c515f_b_flickr

Imam Ibnul Mulaqqin rahimahullah berkata, “Mengikhlaskan niat untuk Allah ta’ala senantiasa menjadi syari’at/ajaran semenjak masa-masa umat sebelum kita dan kemudian dilanjutkan di masa kita yang datang sesudah mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mensyariatkan untuk kalian agama sebagaimana apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh.” (QS. Asy-Syura: 13). Abul ‘Aliyah menafsirkan, “Allah mewasiatkan kepada mereka untuk ikhlas kepada Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya yang tidak ada sekutu bagi-Nya”…(lihat al-I’lam bi Fawa’id ‘Umdah al-Ahkam Jilid 1 hal. 164)

(lebih…)

Celah Menuju Bahagia atau Sengsara?

beach-picture-eclipse-Malaysia-Shutterhack-pic

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Apabila Allah berkehendak kebaikan kepada hamba-Nya [yang berbuat dosa] maka Allah bukakan baginya sebuah pintu diantara pintu-pintu taubat, penyesalan, perasaan tidak berdaya, rendah, butuh, memohon keselamatan kepada-Nya, benar-benar memulangkan urusan kepada-Nya, terus-menerus merendah, berdoa, mendekatkan diri kepada-Nya sebisa mungkin dengan berbagai bentuk amal kebaikan; yang itu semuanya pada akhirnya akan bisa mengubah dosa yang telah dia perbuat menjadi sebab datangnya rahmat baginya. Sampai-sampai si musuh Allah [yaitu setan] berkata, “Aduhai, andaikata aku biarkan dia [tidak menggodanya] dan tidak menjerumuskannya,”

(lebih…)

19 Mutiara Hikmah Tentang Iman

night-landscape-photography-field

[1] Ibnu Abi Mulaikah –seorang rabi’in– berkata, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka semua takut kemunafikan minimpa dirinya. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang mengatakan bahwa keimanannya sejajar dengan keimanan Jibril dan Mika’il.” (lihat Fath al-Bari [1/137])

(lebih…)