Adu Nyali dan Pembuktian Diri
Hidup ini adalah ujian dan cobaan. Allah berfirman (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (Al-Mulk : 2)
Hidup ini adalah ujian dan cobaan. Allah berfirman (yang artinya), “Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” (Al-Mulk : 2)
Abdullah bin ‘Aun berkata, “Sesungguhnya orang-orang terdahulu sebelum kita menjadikan untuk dunia sisa-sisa ruang/waktu dari urusan akhirat mereka, sementara kalian menjadikan untuk akhirat kalian sisa-sisa ruang/waktu dari urusan dunia kalian.” (Aina Nahnu, 2/168)
oleh : Imam Muslim rahimahullah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga, beliau -rasul- bersabda; Maka Allah tabaraka wa ta’ala berkata, “Apakah kalian menginginkan sesuatu untuk Aku tambahkan kepada kalian?”
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah.
Amma ba’du.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, sebagai seorang muslim tentu kita meyakini bahwa kebahagiaan adalah suatu cita-cita mulia yang harus digapai dengan meniti jalan-jalannya. Lebih daripada itu, kebahagiaan hanya akan tercapai dengan taufik dan pertolongan Allah, bukan semata-mata hasil jerih payah dan kerja keras hamba.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah.
Bagaimana perasaan anda ketika berada dalam situasi yang sangat panas. Matahari terik menyinari, dan panasnya pun membakar kulit. Tentunya anda akan merasa gerah, kepanasan, dan kehausan. Rasa haus yang akan terobati dengan tegukan air minum dan kesegarannya yang membasahi kerongkongan.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; sesungguhnya kematian yang kalian berusaha lari darinya, maka ia pasti menjumpai kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat yang mengetahui segala perkara gaib dan yang nyata, lalu Dia akan mengabarkan kepada kalian tentang apa-apa yang telah kalian kerjakan.” (QS. Al-Jumu’ah : 8)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Seorang tabi’in bernama Yazid al-Faqir (al-faqir artinya ‘si bungkuk’) menuturkan:
Dahulu aku sempat terseret dalam salah satu pendapat sekte Khawarij -yaitu berkeyakinan bahwa pelaku dosa besar kekal di neraka, dan orang yang sudah masuk neraka tidak bisa lagi keluar darinya, pent-.
Suatu ketika, kami bersama serombongan orang berangkat menunaikan ibadah haji. Kemudian, kami keluar di hadapan orang-orang -untuk menyerukan pemikiran Khawarij dan menghasut manusia untuk mengikutinya, pent-.
Segala puji bagi Allah, yang mencurahkan segala nikmat, yang menetapkan takdir, dan yang menerima taubat. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan rasul-Nya, sang pembawa lentara hidayah kepada segenap manusia. Amma ba’du.
[2] Lebih Mengutamakan Akhirat
Diantara jalan keselamatan adalah dengan mengejar keutamaan akhirat yang abadi dan tidak lebih mengutamakan kesenangan dunia yang fana.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Kaum muda, mereka yang menyimpan segenap asa. Mereka yang memendam segudang cita-cita. Tidak peduli badai bertiup, halilintar menyambar, atau pun langit runtuh. Kaum muda senantiasa sarat dengan harapan dan gelora.