al-Mubarok

Qawa’id fi Tazkiyatin Nafs

Bismillah.

Penyucian jiwa merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh setiap insan. Karena manusia banyak melakukan kesalahan dan dosa. Oleh sebab itu para ulama sejak dulu kala hingga hari ini selalu memperhatikan perkara penyucian jiwa dan menjadikan hal itu sebagai bagian tak terpisahkan dalam dakwah Islam.

Diantara bentuk penyucian jiwa yang paling mendasar dan paling wajib adalah menyucikan jiwa dari berbagai kotoran syirik dan kekafiran. Di awal-awal masa turunnya wahyu, telah datang perintah dari Allah kepada nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyucikan diri. Wa tsiyaabaka fa thohhir; dan pakaian-mu maka bersihkanlah. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud di sini adalah amalan.

Membersihkan amal dari noda-noda syirik. Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah dalam kitabnya Ushul Tsalatsah menjelaskan maksud dari kalimat tersebut. Yaitu bersihkanlah amalmu dari syirik. Diantara para ulama yang juga sangat perhatian kepada perkara ini adalah Imam Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Riyadhush Shalihin pada bagian awal-awal beliau menyebutkan bab-bab khusus yang berkaitan erat dengan iman dan penyucian jiwa. Seperti bab tentang ikhlas, taubat, sabar, jujur, muraqabah, dst.

Diantara ulama yang sangat perhatian dalam hal ini juga adalah Ibnul Qayyim rahimahullah, sebagaimana beliau tuangkan dalam banyak tulisan beliau seperti ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, Risalah Tabukiyah, Ighotsatul Lahfan, Madarijus Salikin, al-Wabil ash-Shayyib, Uddatu Shabirin, dsb.

Salah satu ulama masa kini yang juga memberikan perhatian besar terhadap penyucian jiwa adalah Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah dalam kitab tafsirnya kemudian diikuti oleh Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah dalam karya-karya beliau semisal Fiqh Asma’ul Husna, Fiqih Ad’iyah wal Adzkar, dan ‘Asyru Qawa’id fi Tazkiyatin Nafs; silahkan unduh e-book beliau di sini : https://al-badr.net/ebook/183.

Syaikh Abdurrazzaq juga memiliki ceramah khusus pada tahun 1439 H tentang Qawa’id fi Tazkiyatin Nafs/kaidah-kaidah penyucian jiwa. Silahkan unduh rekaman dan transkrip ceramah beliau -dalam bahasa arab- dari sini [website beliau : http://al-badr.net/detail/adXgAws7Yrbm].

Semoga Allah beri taufik kepada kita untuk menimba ilmu dan mengamalkannya.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Nasihat Ulama

    Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas bagaimana keadaan seekor ikan apabila memisahkan dirinya dari air?” (al-Wabil ash-Shayyib)

    Kalender

    Agustus 2022
    S S R K J S M
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

      Jalan Menuju Surga

      Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka dengan sebab hal itu Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

      Tentang Kami

      Alamat sekretariat : Wisma al-Mubarok 1, Ngebel RT 07, barat Unires Putri UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

      Telp/wa : 0853 3634 3030.

      Alamat e-mail : yapadijogja@gmail.com

      Mau E-Book?

      wallup.net