Menu Istimewa Ramadhan 1434 H
Sambut dan nikmati indahnya bulan penuh berkah dengan:
MENU ISTIMEWA RAMADHAN 1434 H
- Muhadatsah (Percakapan Bahasa Arab)
- Pengenalan Ilmu Kaidah Bahasa Arab
- Sosialiasasi Program Ma’had al-Mubarok
Sambut dan nikmati indahnya bulan penuh berkah dengan:
MENU ISTIMEWA RAMADHAN 1434 H
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
“Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan pada setiap masa kekosongan para rasul sisa-sisa dari ahli ilmu [ulama]. Mereka yang mengajak orang yang tersesat kepada hidayah. Mereka yang bersabar dalam menghadapi gangguannya. Mereka menghidupkan jiwa-jiwa yang mati dengan Kitabullah. Mereka berikan pencerahan kepada orang-orang yang buta [hatinya] dengan cahaya dari Allah. Betapa banyak korban yang telah dibinasakan Iblis lalu mereka hidupkan kembali [jiwanya]. Betapa banyak orang yang sesat dan kebingungan lantas mereka berikan bimbingan. Betapa indah jejak dakwah mereka pada manusia, namun betapa jelek jejak (tanggapan) manusia pada mereka.”
[1] Amal Adalah Buah Ilmu
Syaikh Abdurrahman bin Qasim rahimahullah berkata, “Amal adalah buah dari ilmu. Ilmu dicari untuk menuju sesuatu yang lain -yaitu amal- sebagaimana halnya sebatang pohon. Adapun amal laksana buahnya. Oleh sebab itu harus mengamalkan agama Islam, karena orang yang memiliki ilmu namun tidak beramal lebih jelek daripada orang yang bodoh.” (lihat Hasyiyah Tsalatsah al-Ushul, hal. 12)
Setiap hari dalam sholat kita senantiasa memohon kepada Allah untuk diberikan hidayah kepada jalan yang lurus. Hal itu menunjukkan bahwa petunjuk menuju jalan lurus adalah kebutuhan yang sangat kita perlukan.
[1] Apa Yang Dimaksud Dengan Ilmu?
Syaikh Abdurrahman bin Qasim rahimahullah menjelaskan, bahwa hakikat ilmu itu adalah mengetahui petunjuk dengan dalilnya. Apabila disebutkan kata ‘ilmu’ -dalam pembicaraan para ulama atau dalil agama- maka yang dimaksudkan adalah ilmu syar’i (lihat Hasyiyah Tsalatsah al-Ushul, hal. 10)
“Kehidupan adalah nikmat dan cobaan.” Begitulah kurang lebih yang bisa kita petik dari kandungan firman Allah (yang artinya), “[Allah] Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan segenap makhluk untuk tunduk beribadah kepada-Nya. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi akhir zaman dan pembawa rahmat bagi seluruh alam. Amma ba’du.
Salah satu diantara keistimewaan para pengikut manhaj salaf adalah memiliki semangat yang sangat besar dalam menyebarkan aqidah sahihah, memberikan pengajaran dan nasehat bagi umat manusia, memberikan peringatan kepada mereka dari segala bentuk bid’ah dan ajaran-ajaran baru, serta berupaya keras untuk membantah orang-orang yang menyimpang dan kaum ahli bid’ah (lihat Khasha’ish al-Manhaj as-Salafi oleh Prof. Dr. Abdul ‘Aziz bin Abdullah al-Halil, hal. 13)