Bismillah.

Diantara bacaan doa dan dzikir pagi sore yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya adalah sebuah doa yang dituntunkan kepada putrinya Fathimah sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik yaitu bacaan :

يا حَـيُّ يا قَيّـومُ بِـرَحْمَـتِكِ أَسْتَـغـيث ، أَصْلِـحْ لي شَـأْنـي كُلَّـه ، وَلا تَكِلـني إِلى نَفْـسي طَـرْفَةَ عَـين

Yaa Hayyu Yaa Qayyuumu birahmatika astaghiitsu, ashlih lii sya’nii kullah, wa laa takilnii ila nafsii thorfata ‘ain

“Ya Allah yang Maha Hidup, Ya Allah Yang Maha berdiri sendiri dan menegakkan yang lainnya, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan janganlah Engkau sandarkan aku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata.” (HR. Nasa’i dan lain-lain dihasankan al-Albani)

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata :

ما أعظمها من وصية من خير أب صلى الله عليه وسلم لبنته سيدة نساء الجنة رضي الله عنها، وهي وصية جمعت الخير كلَّه

“Sungguh agung wasiat yang diberikan oleh seorang ayah yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk putrinya yaitu Fathimah wanita yang menjadi pemimpin para wanita di Surga radhiyallahu’anha, dan itu merupakan sebuah wasiat yang mencakup segala kebaikan.” (lihat Fawa’id Mukhtasharah dalam situs beliau [klik])

Ada banyak sekali faidah yang terkandung dalam hadits dan doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Diantaranya adalah bertawassul kepada Allah dalam berdoa dengan menyebut asma’ul husna. Seperti dalam doa ini Nabi mengajarkan kepada kita untuk berdoa dengan menyebutkan nama Allah Yaa Hayyu Yaa Qayyumu; disebut nama al-Hayyu dan al-Qayyumu yang oleh sebagian ulama disebut sebagai Nama Allah yang teragung.

Selain itu hadits ini juga mengandung pelajaran bahwa seorang ayah hendaklah memperhatikan pendidikan iman dan ibadah kepada anak-anaknya. Diantaranya contohnya adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada putrinya bacaan dzikir pagi petang ini. Yang hal ini juga menunjukkan bahwa hendaklah seorang hamba itu menggantungkan hatinya kepada Allah semata dalam setiap hari yang dia jalani.

Doa ini juga mengandung penetapan sifat rahmat/kasih sayang pada diri Allah. Allah memiliki sifat rahmat yang sempurna, yang dengannya kita memohon kepada Allah agar membantu urusan-urusan kita terlebih lagi ketika dalam keadaan sulit. Oleh sebab itu doa istighotsah termasuk bagian dari ibadah yang sangat agung. Maka kita tidak boleh beristighotsah kepada selain Allah dalam hal-hal yang hanya dikuasai oleh Allah.

Hadits ini juga mengandung faidah tidak boleh seorang manusia bersandar atau bergantung kepada kemampuan dirinya sendiri. Dia harus menggantungkan hatinya kepada Allah semata. Inilah yang disebut dengan tawakal. Tawakal termasuk ibadah hati yang paling agung dan kedudukan tauhid yang sangat tinggi.

Dengan demikian seorang hamba akan membersihkan hatinya dari sifat ujub dan kesombongan. Sebagaimana dalam al-Fatihah terdapat kalimat iyyaka na’a’budu yang mengandung pembersihan hati dari sifat riya’ dan syirik, begitu pula kalimat iyyaka nasta’iin membersihkan hati dari sifat ujub dan takabur.

Orang yang tidak ikhlas atau riya’ dalam beramal maka amalnya tidak akan diterima. Begitu pula orang yang ujub dengan amalnya maka amalnya juga terhapus. Hal ini juga mengisyaratkan bahwa tugas setiap muslim adalah menjaga amal-amalnya agar tetap bersih dari kotoran riya’ dan ujub. Karena itulah para ulama menegaskan bahwa bukanlah yang paling berat itu mewujudkan amal, tetapi yang paling susah adalah menjaga amal dari hal-hal yang merusaknya.

Dari sana lah kita bisa mengetahui kedalaman ilmu para ulama salaf yang tidak bisa memastikan apakah ada diantara amalnya yang diterima oleh Allah pada hari itu. Sehingga ada diantara mereka yang mengatakan, “Seandainya aku bisa mengetahui bahwa Allah pasti menerima amalku yaitu sujudku walaupun sekali saja, pastilah aku berangan-angan untuk mati sekarang juga.” Hal itu karena tidaklah diterima amalan kecuali dari orang yang bertakwa. Sementara surga itu Allah telah siapkan bagi orang-orang yang bertakwa…

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *