Bismillah.

Diantara pelajaran yang sangat penting dari risalah Ushul Tsalatsah adalah wajibnya kita merasa takut kepada Allah dengan disertai rasa pengagungan kepada-Nya. Inilah yang dikenal dengan istilah ‘khosy-yah’ kepada Allah.

Penulis rahimahullah berkata :

وَدَلِيلُ الْخَشْيَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي}

Dalil tentang khosy-yah yaitu firman Allah (yang artinya), “Maka janganlah kalian takut kepada mereka (orang-orang zalim itu) dan takutlah kalian kepada-Ku.” (al-Baqarah : 150)

Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan :

الخشية نوع من الخوف، وهي أخص من الخوف، وقيل: الخشية: خوف يشوبه تعظيم

“Khosy-yah adalah suatu bentuk rasa takut/khouf, dan ia lebih khusus dari khouf, ada yang mengatakan bahwa hakikat khosy-yah adalah khouf/rasa takut yang diwarnai dengan pengagungan…” (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah [klik])

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan :

الخشية هي: الخوف المبني على العلم بعظمة من يخشاه وكمال سلطانه

“Hakikat khosy-yah adalah khouf/rasa takut yang dibangun di atas ilmu mengenai keagungan Dzat yang ditakuti dan kesempurnaan sulthon/kekuasaan-Nya…” (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh Syaikh al-Utsaimin [klik])

Khosy-yah kepada Allah merupakan sifat calon penghuni surga. Allah berfirman dalam surat Qaf menjelaskan sifat-sifat orang bertakwa yang senantiasa kembali kepada Allah dan menjaga aturan-Nya. Allah berfirman :

مَّنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ

“Yaitu orang yang takut kepada ar-Rahman dalam keadaan ghaib (tidak dilihat orang lain, pent) dan dia datang dengan membawa hati yang kembali taat/inabah.” (Qaaf : 33)

Imam al-Baghawi rahimahullah menjelaskan :

وقال الضحاك والسدي : يعني في الخلوة حيث لا يراه أحد . قال الحسن : إذا أرخى الستر وأغلق الباب . 

adh-Dhahhak dan as-Suddi mengatakan ‘Yaitu maksudnya ketika orang itu dalam keadaan sendirian, tidak ada seorang pun yang melihatnya.” Adapun al-Hasan menafsirkan; “Yaitu ketika dia telah menjulurkan kain penutup/gorden kamar/rumahnya dan menutup pintu…” (lihat Tafsir al-Baghawi [klik])

Imam Ibnu Katsir rahimahullah memaparkan :

من خشي الرحمن بالغيب ) أي : من خاف الله في سره حيث لا يراه أحد إلا الله

“Orang yang takut kepada ar-Rahman dalam keadaan ghaib’ maksudnya : Orang yang takut kepada Allah dalam keadaan sembunyi/sendirian ketika tidak seorang pun melihatnya selain Allah…” (lihat Tafsir Ibnu Katsir [klik])

Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa khosy-yah ini bertingkat-tingkat sesuai dengan kadar ilmu dan pengagungan hamba kepada Allah. Seorang muslim wajib merasa takut kepada Allah dimana pun dan kapan pun. Ketika bersama dengan orang lain atau ketika sendirian.

Wallahul muwaffiq

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com

Tulisan ini adalah seri ke-29 dari ‘Seri Baru Faidah Kitab Ushul Tsalatsah’

Silakan membaca seri terdahulu di tautan berikut ini [klik]


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *