al-Mubarok

Mengasah Kepekaan

Bismillah.

Sebagian orang yang Allah berikan taufik memiliki akhlak yang begitu mulia dan jiwa sosial yang luar biasa tinggi. Allah berikan kepada mereka kepedulian dan kepekaan terhadap keadaan masyarakat dan memiliki semangat dan kesadaran untuk meringankan beban sesama.

Hal ini mengingatkan kita kepada ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menekankan kepada umatnya untuk bergaul dengan manusia dengan akhlak mulia. Akhlak mulia merupakan salah satu bukti kesempurnaan ajaran Islam. Islam mengajarkan untuk berkata dan berperilaku yang terpuji. Bahkan pujian yang Allah berikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memiliki akhlak yang sangat agung.

Kepekaan terhadap kondisi sesama adalah sifat dan karakter yang perlu dikembangkan dan diasah. Sebagaimana sabar butuh latihan, ilmu butuh belajar, begitu juga sifat hilm/tidak mudah marah/emosi pun butuh pembiasaan. Akhlak pun demikian. Ada orang yang dari lahir sudah memiliki karakter lembut dan sabar, tetapi ada juga orang yang butuh berjuang keras untuk memiliki sifat-sifat ini.

Sebagian orang begitu cekatan untuk membantu saudaranya dalam hal harta, ada pula yang diberikan kemudahan untuk membantu dengan sumbangan waktu dan tenaga yang dia punya. Masing-masing bisa berperan sesuai dengan wewenang dan kapasitas yang Allah berikan kepadanya. Karena sejatinya hal itu merupakan salah satu bentuk kewajiban syukur kepada Allah atas nikmat-Nya.

Karena itulah para ulama menasihati kita untuk menggunakan nikmat ini dalam hal-hal yang mendatangkan keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Abu Hazim rahimahullah mengatakan, “Setiap nikmat yang tidak semakin mendekatkan diri kepada Allah maka pada hakikatnya itu merupakan malapetaka.”

Menumbuhkan kepekaan itu butuh latihan dan pembiasaan. Orang yang terbiasa dengan kebersihan tentu akan merasa risih apabila rumah atau tempat tinggalnya kotor dan tidak terawat. Maka bagaimana lagi jika seorang itu diberikan kemudahan oleh Allah untuk berkhidmat di masjid -sebuah tempat yang paling Allah cintai- tentu saja kepekaan untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan masjid menjadi sebuah perkara yang sangat patut untuk diperhatikan sepanjang waktu.

Semoga Allah berikan taufik kepada para pemuda dan pengurus masjid untuk bisa menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan masjid sehingga jamaah bisa merasa nyaman untuk beribadah dan semakin bersemangat dalam mengikuti kajian atau kegiatan dakwah. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi kami pribadi dan para pembaca di mana pun berada. Barakallahu fiikum.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Nasihat Ulama

    Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas bagaimana keadaan seekor ikan apabila memisahkan dirinya dari air?” (al-Wabil ash-Shayyib)

    Kalender

    Agustus 2022
    S S R K J S M
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

      Jalan Menuju Surga

      Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka dengan sebab hal itu Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

      Tentang Kami

      Alamat sekretariat : Wisma al-Mubarok 1, Ngebel RT 07, barat Unires Putri UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

      Telp/wa : 0853 3634 3030.

      Alamat e-mail : yapadijogja@gmail.com

      Mau E-Book?

      wallup.net