al-Mubarok

Manusia Tanpa Tauhid

Bismillah.

Sebagai seorang manusia kehidupan di alam dunia adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Sebelumnya kita tidak ada, kemudian ada. Sebelumnya kita mati kemudian Allah hidupkan. Kehidupan di alam dunia yang akan berakhir dengan kematian lalu ada hari kebangkitan.

Kita diciptakan oleh Allah untuk mewujudkan ibadah kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56). Beribadah kepada Allah yaitu dengan mentauhidkan-Nya.

Dengan demikian nilai kehidupan manusia terletak pada penghambaan kepada Allah dan tauhid kepada-Nya. Tanpa tauhid manusia akan hidup seperti hewan. Makan, minum, memuaskan hawa nafsu dan tidak mengenal aturan-aturan Allah. Oleh sebab itu Allah menyebut orang kafir sebagai orang yang telah mati; yaitu mati hatinya akibat kotoran kekufuran dan kemusyrikan.

Adapun orang beriman hati mereka hidup dengan tauhid dan wahyu. Karena itulah Allah menyebut al-Qur’an sebagai ruh yang diwahyukan kepada nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah berfirman :

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh dari perintah Kami.” (asy-Syura : 52)

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah berkata :

في هذه الآية: بيان أن هذا القرآن الكريم روح تحيا به القلوب

“Di dalam ayat ini terkandung penjelaskan bahwa al-Qur’an al-Karim ini merupakan ruh yang membuat hidup hati…” (Tafsir Surat asy-Syura, 12b, link website)

Sementara perkara paling agung yang dijelaskan di dalam wahyu adalah tauhid. Sampai-sampai dikatakan oleh para ulama bahwa al-Qur’an secara keseluruhan membahas seputar tauhid. Surat paling agung yaitu al-Fatihah pun banyak mengandung pelajaran tauhid. Ayat yang paling agung yaitu ayat kursi pun sangat kental dengan materi-materi tauhid dan aqidah.

Dari sinilah kita bisa mengetahui bahwa manusia tanpa tauhid pada hakikatnya adalah manusia tanpa kehidupan. Manusia yang kehilangan kehidupan yang hakiki. Sungguh malang seribu malang, bagi mereka yang tenggelam dalam kekafiran dan kemusyrikan. Dan bersyukurlah kepada Allah bagi mereka yang Allah beri taufik untuk menjadi insan bertauhid.

Semoga Allah berikan taufik kepada kita untuk meraih ilmu yang bermanfaat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

LEAVE A REPLY

    Pencarian

    Kategori Artikel

    Arsip Artikel

    Nasihat Ulama

    Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas bagaimana keadaan seekor ikan apabila memisahkan dirinya dari air?” (al-Wabil ash-Shayyib)

      Jalan Menuju Surga

      Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka dengan sebab hal itu Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

      Tentang Kami

      Alamat sekretariat : Wisma al-Mubarok 1, Ngebel RT 07, barat Unires Putri UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

      Telp/wa : 0853 3634 3030.

      Alamat e-mail : yapadijogja@gmail.com

      Mau E-Book?

      wallup.net