Dakwah dan Sabar

Bismillah.

Diantara pelajaran berharga yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah pada bagian awal risalah Ushul Tsalatsah -setelah wajibnya berilmu dan beramal- adalah wajibnya berdakwah dan sabar.

Dakwah merupakan tugas pengikut Rasul. Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Inilah jalanku, aku menyeru menuju Allah di atas bashirah/hujjah yang nyata, inilah jalanku dan jalan orang-orang yang mengikutiku…” (Yusuf : 108)

Dakwah ila Allah merupakan ucapan terbaik di atas muka bumi. Allah berfirman (yang artinya), “Dan siapakah yang lebih bagus ucapannya daripada orang yang menyeru menuju Allah dan beramal salih, seraya dia mengatakan ; Sesungguhnya aku ini adalah bagian dari kaum muslimin…” (Fushshilat : 33)

Dakwah yang mengajak manusia untuk menyembah Allah semata dan menjauhi syirik. Inilah dakwahnya para rasul. Allah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (an-Nahl : 36)

Dalam rangka menegakkan dakwah dibutuhkan kesabaran, tekad yang kuat dan keikhlasan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu dinilai dengan niatnya, dan sesungguhnya setiap orang yang beramal akan dibalas sesuai dengan niatnya….” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi Nuh ‘alaihis salam berdakwah di tengah kaumnya selama 950 tahun dan tidak ada yang mau beriman bersamanya kecuali sedikit. Oleh sebab itu dibutuhkan kesabaran. Sabar dalam mengajak manusia menuju hidayah Allah. Karena orang yang berdakwah berusaha menjauhkan manusia dari hal-hal yang disukai hawa nafsu dan diperindah oleh setan menuju sesuatu yang tidak disenangi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Surga diliputi hal-hal yang tidak menyenangkan sedangkan neraka itu diliputi hal-hal yang disukai oleh syahwat/hawa nafsu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah di Mekah selama 10 tahun lebih hingga akhirnya harus berhijrah meninggalkan kampung halamannya demi menegakkan dakwah tauhid. Meskipun demikian pada akhirnya Allah berikan kemenangan dan pertolongan-Nya sehingga beliau berhasil menaklukkan kota Mekkah. Hal ini tentu membutuhkan kesabaran dan kesungguhan dalam dakwah.

Allah berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kaki-kaki kalian.” (Muhammad : 7)

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata :

وقد أجمع أهل التفسير على أن نصر الله سبحانه هو نصر دينه بالعمل به والدعوة إليه ، وجهاد من خالفه

“Para ulama tafsir telah sepakat bahwa makna menolong Allah subhanahu wa ta’ala ialah dengan menolong agama-Nya, beramal dengannya, mendakwahkannya dan berjihad melawan orang-orang yang menentangnya…” (lihat Majmu’ Fatawa Ibni Baz, dinukil dari website resmi beliau di alamat : https://binbaz.org.sa/old/150)

Allah berfirman :

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا ۚ

“Sungguh telah didustakan para rasul sebelum kamu maka mereka pun bersabar menghadapi pendustaan itu dan mereka juga diganggu/disakiti sampai datanglah pertolongan Kami.” (al-An’am : 34)

Allah berfirman :

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ

“Maka bersabarlah kamu sebagaimana para rasul ulul ‘azmi terdahulu, dan janganlah kamu tergesa-gesa dalam menghadapi mereka.” (al-Ahqaf : 35)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Dengan sabar dan keyakinan maka akan diraih kepemimpinan dalam hal agama.” Beliau juga mengatakan, “Petunjuk tidak bisa digapai kecuali dengan ilmu (agama) dan ar-rusyd/kelurusan agama tidak diraih kecuali dengan kesabaran.”

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com

Tinggalkan komentar