Bersaudara Karena Iman

Bismillah.

Di dalam al-Qur’an, Allah menyebut bahwa kaum beriman itu bersaudara. Dari sini kita bisa menarik simpul yang sangat menarik antara ukhuwah dengan aqidah. Tidak ada ukhuwah tanpa aqidah. Itulah makna yang tersirat dari ungkapan ‘sesungguhnya kaum beriman adalah bersaudara’.

(lebih…)

Gelas Kotor Pun Perlu Dicuci

Bismillah.

Menikmati minuman suatu hal yang tidak dipungkiri, terutama bagi mereka yang kehausan. Mungkin sebagian orang menyukai teh, kopi, atau jenis minuman halal yang lainnya. Begitu nikmatnya minum maka di surga pun Allah berikan nikmat minuman kepada para penduduk surga. Setiap orang berakal akan mengakui bahwa minum adalah salah satu bentuk nikmat Allah atas manusia, bahkan binatang sekalipun. Akan tetapi seringkali kita lalai dari mensyukurinya.

(lebih…)

Saat Ramadhan Mulai Berkemas…

Penulis : Ustaz Afifi Abdul Wadud. B.A. hafizhahullah

Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu– berkata,

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْتَقَى الْمِنْبَرَ فَقَالَ آمِيْنَ آمِيْنَ آمِيْنَ فَقِيْلَ لَهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا كُنْتَ تَصْنَعُ هَذَا فَقَالَ قَالَ لِيْ جِبْرَائِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ فَقُلْتُ آمِيْنَ

“Rasulullah –Shollallahu ‘alaihi wasallam– naik ke atas mimbar seraya bersabda, Amiin…amiin…amiin”. Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, engkau tidak pernah melakukan seperti ini”. Belaiu menjawab, “Jibril -alaihis salam- berkata kepadaku, “Semoga kecelakaan bagi seorang hamba yang didatangi oleh bulan Romadhon, namun tidak diberi ampunan”, maka saya pun berkata, “Amiin”. [HR. Ibnu Khuzaimah, Ahmad dalam Al-Musnad, di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Adab Al-Mufrod (646)]

(lebih…)

Meraih Hidayah dan Keamanan

Imam Bukhari menuturkan : Qutaibah bin Sa’id menuturkan kepada kami. Dia berkata : Jarir menuturkan hadits kepada kami dari al-A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqomah dari Abdullah -yaitu Ibnu Mas’ud- bahwa beliau berkata : Ketika turun ayat ini (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman…” (al-An’am : 82) maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengatakan, “Siapakah diantara kita ini yang tidak mencampuri imannya dengan kezaliman?!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menanggapi : Sesungguhnya bukan itu yang dimaksudkan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (HR. Bukhari no. 64444, lihat dalam Minhatul Malik al-Jalil, 12/389)  

(lebih…)

Taat Kepada Pemerintah Muslim

Syaikh Shalih al-Fauzan menerangkan, bahwa tidaklah dipersyaratkan pemerintah kaum muslimin adalah orang yang salih seratus persen seperti halnya khulafa’ur rasyidin. Bahkan tetap wajib untuk taat kepada pemerintah muslim walaupun padanya terdapat suatu bentuk penyimpangan dan maksiat yang tidak sampai pada derajat kekafiran dan mengeluarkan dari agama. Kerusakan yang ada padanya adalah tanggung jawabnya sendiri sedangkan kepemimpinannya adalah demi kebaikan kaum muslimin.

(lebih…)