19 Faidah Seputar Ilmu

  1. Keutamaan Menimba Ilmu

Menimba ilmu merupakan amalan yang sangat utama. Sampai-sampai dikatakan oleh Imam Syafi’i rahimahullah, “Menimba ilmu lebih utama daripada mengerjakan sholat sunnah.” Sufyan ats-Tsauri rahimahullah juga mengatakan, “Tidaklah ada suatu amalan yang lebih utama daripada menimba ilmu bagi orang yang lurus niatnya.” (lihat Shahih Jami’ Bayani al-‘Ilmi wa Fadhlihi, hal. 31 oleh Syaikh Abul Asybal az-Zuhairi hafizhahullah) (lebih…)

Sebab-Sebab untuk Meraih Ilmu – Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya :

ما هي الطريقة الصحيحة التي يجب أن يتبعها طالب العلم الشرعي حتى يصل إلى ما يريده من إرضاء الله سبحانه وتعالى، وكسب العلم المفيد والنافع له وللمسلمين، وما هي العوامل التي تساعد الطالب على الحفظ ورسوخ المسائل في ذهنه وعدم النسيان؟

Cara apakah yang benar dan wajib untuk ditempuh oleh penimba ilmu syar’i sehingga dia bisa sampai pada tujuan yang dia kehendaki yaitu guna mendapatkan ridha Allah subhanahu wa ta’ala dan meraih ilmu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya sendiri dan kaum muslimin. Dan apakah faktor-faktor yang membantu penimba ilmu untuk menghafal dan memperkuat permasalahan (ilmu) di dalam pikirannya sehingga tidak mudah lupa?

(lebih…)

Lisan Kebenaran

Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu bahwa beliau berkata : Dahulu aku menulis apa saja yang kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena aku ingin menghafalkannya. Orang-orang Quraisy pun melarangku, mereka berkata, “Apakah kamu menulis semua yang kamu dengar sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia dimana beliau berbicara dalam keadaan murka dan ridha?!” Maka aku pun menahan diri dari mencatatnya. Kemudian aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau pun mengisyaratkan dengan jarinya ke mulutnya sembari berkata, “Tulislah! Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak keluar dari sini selain kebenaran.” Hadits ini dinyatakan sahih oleh al-Albani (lihat Sahih Sunan Abi Dawud, 2/408)

(lebih…)

Pemadam Fitnah

Adalah Thalq bin Habib rahimahullah -salah seorang ulama terdahulu- mengatakan, “Jagalah diri kalian dari fitnah dengan takwa.” Ada yang bertanya kepadanya, “Gambarkan kepada kami takwa itu seperti apa?” maka beliau menjawab, “Yaitu kamu melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya mengharap pahala dari Allah, dan kamu meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari Allah seraya takut akan azab Allah.” Atsar ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Abi Dun-ya, dan lain-lain (lihat Mauqif al-Muslim minal Fitan, oleh Syaikh Dr. Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul hafizhahullah, hal. 92)

(lebih…)

Belajar Tiada Henti

Bismillah, wa bihi nasta’iinu.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, sungguh sebuah nikmat yang besar bagi kita; ketika Allah berikan kepada kita hidayah untuk memeluk Islam. Islam inilah jalan yang akan mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dan keselamatan.

(lebih…)