Ilmu Agama Perisai Jiwa
Mahasiswa yang baik bukan hanya yang peduli dengan indeks prestasi dan nilai kuliahnya. Lebih daripada itu, mahasiswa yang baik adalah yang senantiasa menimba ilmu agama. Ilmu Al-Qur’an dan As Sunnah.
Mahasiswa yang baik bukan hanya yang peduli dengan indeks prestasi dan nilai kuliahnya. Lebih daripada itu, mahasiswa yang baik adalah yang senantiasa menimba ilmu agama. Ilmu Al-Qur’an dan As Sunnah.
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata :

Sesungguhnya mendalami ilmu agama Allah termasuk kewajiban yang paling ditekankan dan tugas yang paling penting. Karena sesungguhnya tidak mungkin bagi seorang insan untuk menunaikan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah kepadanya, meninggalkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah atas dirinya, dan mendekatkan diri kepada Allah kecuali dengan landasan ilmu dan hujjah yang nyata.
Imam Bukhari rahimahullah berkata :
باب فضل العلم وقول الله تعالى يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خبير وقوله عز وجل وقل رب زدني علما
Bab. Keutamaan Ilmu, dan firman Allah ta’ala (yang artinya), “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu berderajat-derajat. Dan Allah terhadap apa yang kalian kerjakan Maha Mengetahui.” Dan firman-Nya (yang artinya), “Dan katakanlah; Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (lihat Shahih al-Bukhari, Kitab al-‘Ilmi)
Allah jalla wa ‘ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” (Az-Zumar : 9)
—
فإن من علامات إرادة الله سبحانه وتعالى الخير بالعبد أن يسلك هذا الطريق طريق طلب العلم وأن يكون من طلاب العلم ،
وأن يكون باذلًا وقته وحياته وشبابه ونشاطه وقوته لطلب العلم وتحصيله ؛ فهذا والله شرفٌ عظيم وهو من علامات إرادة الله سبحانه وتعالى الخير بعبده .
Sesungguhnya salah satu tanda kehendak baik dari Allah subhanahu wa ta’ala pada seorang hamba ialah ketika ia menempuh jalan ini yaitu jalan menimba ilmu, sehingga ia menjadi seorang diantara para penimba ilmu.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah. Berikut ini kami sampaikan sebuah info kajian rutin yang diadakan di wilayah Pogung, Sebelah Utara Kampus UGM. Kami mendapatkan infonya dari al-Akh Wiwit Hardi Priyanto hafizhahullah.
Semoga bermanfaat.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :
أن العالم نور يهتدي به الناس في أمور دينهم ودنياهم، ولا يخفي على كثير منّا قصة الرجل الذي من بني إسرائيل قتل تسعا ًوتسعين نفساً، فسأل عن أعلم أهل الأرض فدل على رجل عابد فسأله هل له من توبة ؟ فكان العابد استعظم الأمر فقال: لا. فقتله فأتم به المائة، ثم ذهب إلى عالم فسأله فأخبره أن له توبة وأنه لاشيء يحول بينه وبين التوبة ، ثم دله على بلد أهله صالحون ليخرج إليها،فخرج فأتاه الموت في أثناء الطريق.والقصة مشهورة. فانظر الفرق بين العالم والجاهل
Hakikat dan Keutamaan Ilmu
Keutamaan Ilmu dan Ulama
Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah berkata, “Barangsiapa melakukan suatu amal tanpa landasan ilmu maka apa-apa yang dia rusak itu justru lebih banyak daripada apa-apa yang dia perbaiki.” (Jami’ Bayan al-‘Ilmi wa Fadhlihi, hal. 131)
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan, “Umat manusia jauh lebih membutuhkan ilmu daripada kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman; sebab makanan dan minuman diperlukan dalam sehari sekali atau dua kali. Adapun ilmu, ia dibutuhkan sepanjang waktu.” (al-‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 91)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
“Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan pada setiap masa kekosongan para rasul sisa-sisa dari ahli ilmu [ulama]. Mereka yang mengajak orang yang tersesat kepada hidayah. Mereka yang bersabar dalam menghadapi gangguannya. Mereka menghidupkan jiwa-jiwa yang mati dengan Kitabullah. Mereka berikan pencerahan kepada orang-orang yang buta [hatinya] dengan cahaya dari Allah. Betapa banyak korban yang telah dibinasakan Iblis lalu mereka hidupkan kembali [jiwanya]. Betapa banyak orang yang sesat dan kebingungan lantas mereka berikan bimbingan. Betapa indah jejak dakwah mereka pada manusia, namun betapa jelek jejak (tanggapan) manusia pada mereka.”
[1] Apa Yang Dimaksud Dengan Ilmu?
Syaikh Abdurrahman bin Qasim rahimahullah menjelaskan, bahwa hakikat ilmu itu adalah mengetahui petunjuk dengan dalilnya. Apabila disebutkan kata ‘ilmu’ -dalam pembicaraan para ulama atau dalil agama- maka yang dimaksudkan adalah ilmu syar’i (lihat Hasyiyah Tsalatsah al-Ushul, hal. 10)