Dilahirkan Di Atas Fitrah
Komite Tetap Urusan Fatwa di Arab Saudi pernah mendapatkan pertanyaan :
Apakah agama yang ada pada diri seorang insan saat dia terlahir adalah agama yang benar?
Maka para ulama menjawab :
Komite Tetap Urusan Fatwa di Arab Saudi pernah mendapatkan pertanyaan :
Apakah agama yang ada pada diri seorang insan saat dia terlahir adalah agama yang benar?
Maka para ulama menjawab :
Syaikh Abdullah bin Ibrahim al-Qar’awi hafizhahullah pernah ditanya :
هل يجوز للإنسان أن يتشاءم في عدد أو يوم أو شهر ونحو ذلك؟
“Bolehkah seorang insan memiliki anggapan sial berdasarkan bilangan/angka tertentu, hari, bulan, atau semacamnya?”
Syaikh Abdullah bin Ibrahim al-Qar’awi hafizhahullah pernah ditanya :
ما هو الواجب على العبد معرفته عن الإسلام؟
“Apakah yang wajib bagi seorang hamba untuk dia mengerti tentang Islam?”
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Seorang tabi’in bernama Yazid al-Faqir (al-faqir artinya ‘si bungkuk’) menuturkan:
Dahulu aku sempat terseret dalam salah satu pendapat sekte Khawarij -yaitu berkeyakinan bahwa pelaku dosa besar kekal di neraka, dan orang yang sudah masuk neraka tidak bisa lagi keluar darinya, pent-.
Suatu ketika, kami bersama serombongan orang berangkat menunaikan ibadah haji. Kemudian, kami keluar di hadapan orang-orang -untuk menyerukan pemikiran Khawarij dan menghasut manusia untuk mengikutinya, pent-.
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya :
عندما يسلم المذيع في الراديو أو التلفزيون عند بداية البرنامج مثلاً، فهل يجب علي أن أرد السلام؟
Ketika seorang penyiar/pembawa acara mengucapkan salam di dalam siaran radio atau melalui televisi pada saat permulaan acara misalnya, maka apakah wajib bagi saya untuk membalas ucapan salamnya itu?
oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lainnya, karena hal itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Itulah yang diwasiatkan oleh-Nya kepada kalian mudah-mudahan kalian bertakwa.” (QS. al-An’am : 153)
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, “Aku heran dengan orang-orang yang mengetahui sanad/riwayat hadits dan kesahihannya. Mereka lebih suka condong kepada pendapat Sufyan -yaitu Sufyan ats-Tsauri, wafat 161 H-. Padahal Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hendaklah merasa takut orang-orang yang menyimpang dari perintah/ajarannya karena mereka itu akan tertimpa fitnah.” (QS. An-Nuur: 63). Tahukah kamu apa itu fitnah? Fitnah itu adalah syirik. Karena bisa jadi ketika dia menolak sebagian sabda beliau kemudian muncul dalam hatinya suatu penyimpangan sehingga membuatnya celaka.” (lihat al-Mulakhash fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 297)
Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya :
“Saya ada seorang pemuda yang bergabung dengan kesatuan tentara/angkatan bersenjata di negeri saya, dan mereka mempersyaratkan kepada saya untuk mencukur jenggot. Apakah boleh bagi saya untuk mematuhi mereka dalam hal itu?”
Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya :
“Apakah yang anda nasihatkan kepada kami di masa ini yang begitu banyak fitnah/kekacauan dan tersebar ahli bid’ah serta wafatnya para ulama?”