Bismillah.

Alhamdulillah bulan Ramadhan tak lama lagi akan hadir di tengah kita. Sungguh ini kesempatan emas untuk mengumpulkan pahala kebaikan dan mengunduh ampunan-Nya.

Para ulama telah memaparkan ada berbagai bentuk amalan atau perilaku yang dapat menjadi sebab terhapusnya dosa dan turunnya ampunan Allah. Diantara amal paling pokok untuk bisa meraih ampunan itu adalah dengan tauhid kepada Allah. Sebab Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang mempersekutukan-Nya/berbuat syirik besar dan dia mati di atasnya.

Selain itu sebab terampuninya dosa adalah bertaubat kepada Allah. Oleh sebab itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa orang yang telah bertaubat dari suatu dosa seperti keadaan orang yang tidak punya dosa. Bukan itu saja, bahkan taubat merupakan jalan menuju keberuntungan.

Ada lagi sebab ampunan yang lain yaitu dengan beristighfar atau memohon ampunan, seperti dengan mengucapkan kalimat ‘astaghfirullah’ atau yang semacamnya. Namun tidak selamanya ucapan istighfar itu diucapkan karena perbuatan dosa, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mencontohkan kepada kita beristighfar setiap kali selesai sholat fardhu.

Diantara sebab meraih ampunan adalah dengan mengerjakan sholat lima waktu dalam sehari semalam, dengan mengerjakan wudhu secara sempurna sebelum sholat. Termasuk juga dengan menjalankan sholat sunnah di malam hari/qiyamul lail atau sholat tarawih di bulan Ramadhan. Apalagi jika seorang muslim menghidupkan malam dengan sholat dan dzikir di 10 malam terakhir Ramadhan pada malam-malam ganjil yang diantaranya terdapat lailatul qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan…

Di sana ada sebab agung untuk mendapatkan doa ampunan dari segenap penduduk langit dan bumi yaitu dengan mengajarkan ilmu agama oleh orang yang ‘alim/ahli ilmu agama. Selain itu ada lagi cara untuk meraih ampunan Allah yaitu dengan memaafkan kesalahan orang lain kepada kita.

Termasuk sebab untuk mendapatkan ampunan Allah adalah dengan bertakwa kepada Allah dan berkata dengan perkataan yang lurus. Begitu pula diantara sebab utama dalam menggapai ampunan Allah adalah dengan ittiba’/mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melakukan amal ketaatan. Orang yang ittiba’ dengan benar kepada Nabi maka dia akan mendapatkan kecintaan Allah.

Puasa Ramadhan pun menjadi sebab untuk memperoleh ampunan Allah. Begitu pula sholat jumat yang satu menuju sholat jum’at berikutnya. Ada pula sebab untuk meraih ampunan Allah dengan rajin-rajin mengumandangkan adzan untuk sholat berjama’ah.

Termasuk diantara sebab meraih ampunan adalah dengan memberikan makanan atau minuman kepada orang beriman yang dilanda kehausan atau kelaparan, sebagaimana keadaan seorang wanita pelacur diantara Bani Isra’il yang memberikan minum untuk seekor anjing yang kehausan sehingga Allah pun mengampuni dosanya.

Secara umum berbagai jenis amal kebaikan akan bisa menjadi penghapus amal-amal kejelekan selama itu bukan dosa besar. Adapun dosa besar maka tidak ada cara selain harus taubat darinya. Termasuk amalan yang bisa menjadi sebab dosa diampuni dan masuk surga adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.

Termasuk sebab untuk mendapatkan ampunan Allah adalah menutupi aib seorang muslim. Nah, pada bulan Ramadhan nanti akan banyak sekali terbuka pintu amal kebaikan yang itu akan menjadi sebab-sebab turunnya ampunan dan rahmat Allah….

Sampai-sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mewasiatkan kepada kita untuk bersedekah agar bisa terhindar dari panasnya api neraka, walaupun hanya dengan secuil buah kurma. Jika hal itu beliau sampaikan pada hari-hari biasa maka bagaimana lagi kiranya di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ganjaran… Bahkan pada bulan itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi lebih dermawan dalam kebaikan melebihi kedermawanan beliau di bulan-bulan yang lain…

Betapa banyak amal yang kecil menjadi besar karena niatnya, dan sebaliknya bisa jadi amal-amal besar berubah menjadi kecil nilai dan pahalanya karena niat yang tidak tulus. Maka marilah kita perbaiki hati kita agar bisa menunaikan ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh penghambaan kepada Allah; karena landasan iman dan mengharap pahala dari-Nya…

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *