Bismillah.
Alhamdulillah pada kesempatan ini Allah berikan kemudahan bagi kita untuk kembali melanjutkan seri pembahasan kandungan tafsir dari ayat-ayat tauhid yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah dalam Kitab Tauhid.
Kita masih dalam bab termasuk syirik beristighotsah kepada selain Allah atau berdoa kepadanya.
Penulis rahimahullah membawakan firman Allah :
إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقاً فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Sesungguhnya apa-apa yang kalian sembah selain Allah itu tidak menguasai bagi kalian rezeki, maka carilah di sisi Allah rezeki itu, dan beribadahlah kalian kepada-Nya, bersyukurlah kalian kepada-Nya. Kepada-Nya lah kalian akan dikembalikan.” (al-Ankabut : 17)
Ayat yang dibawakan oleh penulis ini menunjukkan bahwa segala bentuk sesembahan selain Allah tidak layak untuk diibadahi. Karena hanya Allah yang menguasai manfaat dan madharat, yang menguasai rezeki. Oleh sebab itu mintalah rezeki kepada-Nya semata, jangan meminta rezeki dan keselamatan kepada selain-Nya. Allah juga memerintahkan kepada kita untuk memurnikan ibadah kepada-Nya dan bersyukur atas segala nikmat dari-Nya. Dan bahwa kita semuanya akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita di dunia.
Syaikh Shalih alu Syaikh hafizhahullah menjelaskan bahwa pada umumnya orang yang meminta tolong dalam keadaan susah ialah dalam rangka memenuhi kebutuhan rezekinya. Rezeki itu luas mencakup segala sesuatu pemberian Allah seperti kesehatan, keselamatan/afiyah, harta, makanan, tempat tinggal, kendaraan dan segala hal yang dibutuhkan oleh orang (lihat at-Tamhid li Syarh Kitab at-Tauhid [buka])
Syaikh al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa perintah beribadah kepada Allah di dalam ayat ini yang disebutkan setelah perintah untuk mencari dan meminta rezeki kepada Allah; bahwa itu mengandung isyarat bahwa ibadah kepada Allah merupakan bagian dari proses untuk mencari rezeki dari Allah. Karena selama hamba itu beriman dan bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan berikan kepadanya jalan keluar dan rezeki untuknya dari arah yang tidak dia sangka-sangka. Maka ibadahnya kepada Allah secara lisanul haal mengandung permohonan rezeki kepada Allah (lihat al-Qaul al-Mufid ‘ala Kitab at-Tauhid [buka])
Dengan demikian sungguh keliru perbuatan sebagian orang yang ketika dalam keadaan susah justru meminta keselamatan dan pertolongan kepada berbagai bentuk sesembahan selain Allah; apakah itu wali, nabi, berhala, kuburan, jin dan lain sebagainya. Dan lebih aneh lagi adalah orang yang dalam keadaan sehat dan lapang serta mendapatkan curahan nikmat dari Allah lantas memalingkan ibadahnya kepada selain Allah. Karena rezeki yang mereka butuhkan itu hanya ada di sisi Allah. Lantas mengapa mereka justru memalingkan ibadah dan doanya kepada selain Allah; yang tidak menguasai rezeki sama sekali?!
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
Silakan baca seri tulisan sebelumnya dari sini [buka]
0 Komentar