Bismillah.
Alhamdulillah hanya dengan taufik dan pertolongan Allah pada hari ini kita dapat melanjutkan kembali seri faidah ilmu dari kitab al-Ushul ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad at-Tamimmi rahimahullah.
Pada seri sebelumnya telah dibahas sekilas seputar makna syahadat bahwa Muhammad adalah utusan Allah; yang mencakup membenarkan apa yang beliau beritakan, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya, dan beribadah kepada Allah dengan syariatnya.
Kemudian, beliau mengatakan :
وَدَلِيلُ الصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ وَتَفْسِيرُ التَّوْحِيدِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ} [البينة:٥]
Dalil sholat, zakat dan tafsir tauhid adalah firman Allah (yang artinya), “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan agama/ketaatan untuk-Nya serta hanif/betauhid dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Dan itulah agama yang lurus.” (al-Bayyinah : 5)
Sholat dan zakat merupakan bagian dari rukun Islam. Keduanya sering disebutkan secara beriringan. Sholat berkaitan dengan hak Allah atas hamba, sedangkan zakat berkaitan dengan hak sesama manusia. Sebagaimana diterangkan oleh para ulama hal itu mencerminkan keindahan Islam bahwa kesempuranaan seorang hamba dalam beribadah adalah dengan kepatuhannya dalam menunaikan hak Allah dan menunaikan hak sesama.
Di dalam ayat yang dibawakan oleh penulis terkandung dalil tentang wajibnya sholat dan zakat serta memurnikan ibadah kepada Allah semata. Di dalamnya juga terdapat pelajaran berharga bahwa ibadah kepada Allah harus ikhlas, karena Allah tidak akan menerima amal yang tercampur dengan syirik.
Dari sinilah kita mengetahui bahwa tauhid kepada Allah mencakup penolakan ibadah kepada selain Allah dan penetapan bahwa segala jenis ibadah harus dipersembahkan kepada Allah semata. Agama yang lurus adalah agama tauhid, adapun syirik kepada Allah merupakan agama yang tertolak di sisi Allah. Allah berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya dan dia di akhirat akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (Ali ‘Imran : 85)
Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka benar-benar Allah haramkan atasnya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu penolong.” (al-Ma’idah : 72)
Allah juga berfirman (yang artinya), “Dan seandainya mereka itu berbuat syirik pasti terhapus semua amal yang dahulu pernah mereka kerjakan.” (al-An’am :88)
Dan diantara bentuk ibadah yang paling agung adalah sholat dan zakat. Sholat merupakan kewajiban terbesar setelah tauhid. Sholat inilah yang membedakan antara orang beriman dengan orang kafir. Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu berkata, “Tidak ada jatah dalam Islam bagi orang yang meninggalkan sholat.” Allah mewajibkan kita melaksanakan sholat 5 waktu dalam sehari semalam. Sholat yang diterima adalah yang ikhlas untuk Allah, bukan sholat yang tercampuri dengan riya’; sebagaimana sholatnya kaum munafikin. Demikian pula zakat dan sedekah; yang diterima oleh Allah adalah yang ikhlas karena-Nya.
Islam adalah ajaran yang hanif karena mengajarkan tauhid kepada Allah. Condong kepada tauhid dan berpaling dari syirik. Ibnul Qayyim rahimahullah menerangkan bahwa hanif adalah yang menghadap dan mengabdi kepada Allah serta berpaling dari segala bentuk sesembahan selain-Nya. Orang yang hanif adalah orang yang ikhlas dalam beramal.
Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com
Tulisan ini adalah seri ke-42 dari ‘Seri Baru Faidah Kitab Ushul Tsalatsah’
Silakan membaca seri terdahulu di tautan berikut ini [klik]
0 Komentar