Bismillah.

Ya, kurang lebih 2 bulan lagi insya Allah bulan Ramadhan 1447 H akan bertandang ke tengah-tengah kita. Apa yang sudah kita persiapkan untuk menyambutnya? Apakah dengan menumpuk berkarung-karung beras untuk stok buka dan sahur? Ataukah dengan memborong sarung dan baju koko untuk busana tarawih dan hari raya?

Subhanallah… Banyak hal kiranya yang luput dari perhatian kita. Perkara-perkara yang bersifat mendasar dan fundamental di dalam ibadah secara umum dan bulan puasa secara khusus. Berikut ini akan kami coba uraikan satu persatu persoalan penting yang mungkin kerap dilalaikan manusia terkait Ramadhan.

Pertama; ibadah kepada Allah merupakan tujuan kita diciptakan. Oleh sebab itu beribadah kepada Allah harus menempati prioritas dalam hidup manusia. Ibadah itu mencakup melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang agung yang diwajibkan setiap tahun terhadap kaum muslim. Ia merupakan salah satu dari 5 rukun Islam. Barangsiapa yang mengingkari wajibnya puasa Ramadhan maka ia bukan bagian dari umat Islam.

Kedua; puasa Ramadhan mencakup ibadah hati dan juga ibadah dengan anggota badan. Ibadah dengan hati yaitu berniat mencari pahala dari Allah serta ridha dengan syariat-Nya. Adapun ibadah dengan anggota badan yaitu dengan menahan diri dari makan dan minum serta pembatal puasa yang lainnya sejak terbit fajar/waktu subuh hingga terbenam matahari/waktu maghrib tiba.

Ketiga; ibadah puasa sebagaimana ibadah yang lainnya tidak akan diterima oleh Allah kecuali apabila memenuhi 3 syarat; islam, ittiba’ dan ikhlas. Islam maksudnya pelakunya bukan orang kafir atau musyrik. Karena ibadah yang tercampuri dengan syirik tidak diterima oleh Allah. Ittiba’ yaitu mengikuti tuntunan Nabi, tidak membuat tata-cara ibadah sendiri. Dan ikhlas maksudnya dia mengerjakan amal itu untuk mencari wajah Allah, mengharapkan pahala dari-Nya, bukan karena mencari pujian atau semata-mata untuk mendapatkan keuntungan duniawi.

Keempat; puasa merupakan ibadah yang menempa kesabaran dan ketaatan seorang hamba. Dia rela untuk meninggalkan apa-apa yang disukai oleh hawa nafsunya demi mendapatkan keridhaan Allah. Kecintaannya kepada Allah jauh melebihi kecintaannya kepada makanan dan minuman. Dalam ibadah puasa terkumpul 3 jenis sabar; sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi maksiat, dan sabar menghadapi kesulitan/musibah berupa rasa lapar dan haus. Puasa juga mencerminkan kecintaan hamba kepada Allah; karena ia patuh dan taat kepada-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh orang Arab; bahwa orang yang mencintai itu akan taat kepada yang dicintainya… cie… ciee…

Kelima; Ramadhan juga mengandung pelajaran penting bagi kita dalam mendekatkan diri dengan al-Qur’an dan memperkuat kedermawanan. Para ulama salaf menggunakan waktunya di bulan Ramadhan untuk banyak membaca al-Qur’an. Selain itu mereka juga meneladani Nabi untuk meningkatkan kedermawanan di bulan Ramadhan. Maka Ramadhan adalah kesempatan emas untuk berbuat baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat luas. Jangan sampai Ramadhan berlalu begitu saja tanpa tabungan pahala untuk akhirat kita…

Ya, inilah kiranya sebagian faidah yang berkaitan dengan Ramadhan dan puasa yang perlu untuk kita ingatkan kepada diri kami sendiri dan segenap kaum muslimin. Persiapkan Ramadhan sejak sekarang… Apalagi jika anda termasuk pengurus masjid maka hendaknya program Ramadhan sudah disiapkan jauh-jauh hari… Ini bulan istimewa untuk umat Islam. Ini bulan yang penuh dengan berkah…. Jangan sampai anda merugi…

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Redaksi

Redaksi al-mubarok.com dikelola oleh relawan dan pegiat dakwah Masjid Jami' al-Mubarok (MJM) YAPADI Yogyakarta

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *