Ucapan Imam Syafi’i

Bismillah.

Diantara faidah dari risalah Ushul Tsalatsah adalah apa yang dinukil oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah dari Imam Syafi’i :

Yaitu ketika Imam Syafi’i rahimahullah mengomentari tentang keagungan kandungan surat al-‘Ashr. Surat yang dibawakan oleh penulis matan Ushul Tsalatsah dalam rangka menjelaskan wajibnya ilmu, amal, dakwah dan sabar.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلا هَذِهِ السُّورَةَ لَكَفَتْهُمْ

“Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah/argumen kepada makhluk-Nya selain surat ini niscaya ia sudah cukup bagi mereka.”

Maksud dari ucapan beliau adalah kandungan surat al-‘Ashr ini cukup untuk memotivasi manusia agar berpegang-teguh dengan iman dan amal salih yang itu merupakan kunci kebahagiaan dalam kehidupan. Bukan maksudnya bahwa surat ini sudah cukup dalam menjelaskan segala rincian ajaran syariat Islam.

Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang melakukan amal salih dari kalangan lelaki atau perempuan dalam keadaan beriman, maka benar-benar Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik, dan benar-benar Kami akan memberikan balasan pahala untuk mereka dengan sesuatu yang lebih baik daripada yang telah mereka kerjakan.” (an-Nahl : 97)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata :

لأن العاقل البصير إذا سمع هذه السورة أو قرأها فلا بد أن يسعى إلى تخليص نفسه من الخسران وذلك باتصافه بهذه الصفات الأربع: الإيمان، والعمل الصالح، والتواصي بالحق والتواصي بالصبر.

“Karena bagi orang yang berakal dan memperhatikan dengan baik apabila dia mendengar surat ini atau membacanya -dengan pemahaman, red- niscaya dia akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan membekali dirinya dengan empat sifat ini; iman, amal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul, link : https://shamela.ws/book/11257/23)

Syaikh Sa’d bin Turki al-Khatslan hafizhahullah menjelaskan :

فنجاح الإنسان إنما يكون في العمل الصالح المرتبط بالإيمان، هذا هو الذي يكون به فلاحه، وهو الذي يكون به نجاته، وما عدا ذلك فإن الإنسان في خُسْرٍ

“Oleh sebab itu keberhasilan seorang insan hanyalah dengan beramal salih yang dilandasi dengan iman. Inilah faktor utama yang mengantarkan dirinya menuju keberuntungan, inilah sebab utama keselamatan, adapun selain itu maka sesungguhnya manusia tenggelam dalam kerugian/kesengsaraan.” (ceramah Ta’ammulat fi Surah al-‘Ashr, link : https://saadalkhathlan.com/speeches/1623)

Ucapan Imam Syafi’i di atas juga menunjukkan kepada kita pentingnya tadabbur/merenungkan kandungan dari ayat-ayat al-Qur’an. Sebab dengan tadabbur inilah akan diraih ilmu yang bermanfaat. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “Renungkanlah al-Qur’an, jika engkau menginginkan petunjuk, karena sesungguhnya ilmu diraih dengan tadabbur al-Qur’an…”

Surat al-‘Ashr telah banyak dihafal oleh kaum muslimin. Surat yang pendek tetapi menyimpan pelajaran hidup yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung petunjuk dan arahan untuk meraih kebahagiaan. Sungguh beruntung orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengamalkan ajarannya…

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com

Tinggalkan komentar