Keutamaan Ilmu
Allah jalla wa ‘ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” (Az-Zumar : 9)
Allah jalla wa ‘ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” (Az-Zumar : 9)
—
فإن من علامات إرادة الله سبحانه وتعالى الخير بالعبد أن يسلك هذا الطريق طريق طلب العلم وأن يكون من طلاب العلم ،
وأن يكون باذلًا وقته وحياته وشبابه ونشاطه وقوته لطلب العلم وتحصيله ؛ فهذا والله شرفٌ عظيم وهو من علامات إرادة الله سبحانه وتعالى الخير بعبده .
Sesungguhnya salah satu tanda kehendak baik dari Allah subhanahu wa ta’ala pada seorang hamba ialah ketika ia menempuh jalan ini yaitu jalan menimba ilmu, sehingga ia menjadi seorang diantara para penimba ilmu.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah, berikut ini kami sajikan sebuah video rekaman program tanya jawab bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah. Semoga bermanfaat.
—
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah. Berikut ini kami sajikan kepada segenap penimba ilmu sebuah rekaman kajian bersama Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah dengan tema ‘Hakikat Laa Ilaha Illallah’.
Semoga bermanfaat.
oleh : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
Suatu saat Syaikh ditanya :
Apakah hukum syari’at bagi ketergelinciran seorang ulama; apakah dia mendapatkan hukuman atas hal itu ataukah kesalahan itu terkubur oleh lautan kebaikan-kebaikannya?
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi seorang lelaki yang beriman, demikian pula perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara lantas masih ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)
oleh : Syaikh Dr. Abdul Karim al-Khudhair hafizhahullah
Syaikh pernah ditanya :
بعض الناس يتسحرون فإذا أذن المؤذن يكمل سحوره إلى أن ينتهي، هل يجوز فعل هؤلاء الناس أم لا يجوز؟ أفيدونا؟
Sebagian orang ketika makan sahur kemudian apabila mu’adzin mengumandangkan adzan dia masih tetap menyempurnakan sahurnya hingga selesai/habis. Apakah perbuatan mereka ini diperbolehkan ataukah tidak? Mohon keterangannya untuk kami?
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:
Diantara kelompok pemimpin kaum muslimin yang paling agung adalah para ulama. Bersikap nasihat [menginginkan kebaikan] kepada ulama kaum muslimin adalah dengan cara menyebarkan kebaikan-kebaikan mereka. Menahan diri dari keburukan-keburukan mereka. Bersemangat agar mereka bisa menepati kebenaran dengan sebenar-benarnya.
Bismillah.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah.
Berikut ini kami sajikan, sebuah tautan untuk mengunduh e-book berjudul ‘Syarat-Syarat Ibadah Yang Benar’ yang merupakan terjemah dari tulisan Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah.